Breaking News:

Berita Tanahlaut

 Tanggul Waduk Jebol, Petani Tanahlaut Ini Pasrah Tanaman Tomatnya Rusak Diterjang Luapan Air

Petani Banua Tengah Kecamatan Takisung Kabupaten Tanahlaut pasrah tanaman tomatnya rusak diterjang luapan air akibat jebolnya tanggul waduk

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/idda royani
RUSAK - Sudarlan memperlihatkan tanamam tomatnya yang rusak, layu dan dipastikan mati, Selasa (14/9/2021).   

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Belasan petani di Desa Benua Tengah, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), hanya bisa pasrah menerima kenyataan getir pascajebolnya tanggul waduk setempat, tiga hari lalu.

Luapan air waduk menenggelamkan tanaman mereka selama beberapa jam. Akibatnya, sebagian tanaman mereka rusak yakni layu dan dipastikan mati.

"Ada satu borongan tanaman saya yang rusak parah dan tak terselamatkan lagi," ucap Sudarlan, warga RT 4 Desa Benuatengah, Selasa (14/8/2021).

Luasan tanamannya lima borong (1 hektare=35 borong). Komoditas yang ditanam Sudarlan yakni tomat. Usia tanamannya itu baru sekitar 25 hari. Panem pada usia dua bulan.

Baca juga: Tanggul Waduk Jebol Cepat Diatasi, Tanaman Padi Petani Gunungmakmur Tanahlaut Terselamatkan

Baca juga: Gerak Cepat Pemkab Tala Atasi Waduk Jebol, Lalu Lintas Arah Takisung Kembali Lancar

Lahannya tersebut persis berada di tepian area landai berupa aliran air yang dangkal. Jarak dari waduk hanya sekitar 300-an meter.

Karenanya saat tanggul waduk setempat jebol, Sabtu dinihari kemarin, airnya lanhsung tumpah ke bawah dan menenggelamkan tanaman milik Sudarlan dan sebelas petani lainnya di wilayah sekitar.

Tanaman tomat milik Sudarlan yang rusak berat yang berada di bagian tepi berdekatan dengan aliran air. Sedangkan empat boronganainnya masih bisa terselamatkan.

"Sabtu kemarin itu, semua tanaman saya tenggelam habis. Sama sekali tak kelihatan, cuma kayu turusnya saja yang masih terlihat," papar Sudarlan.

Ia mengatakan modal bercocok tanam tersebut sekitar Rp 4 juta. Pada kondisi normal dengan rata-rata harga per kilogram Rp 6.000, maka hasil yang didapat sekitar Rp 25 juta.

"Tapi ini sebagian rusak dan mati, ya pasti tak sebanyak itu lagi nanti hasilnya. Mudah-mudahan empat borongan lainnya yang masih hidup dapat tumbuh subur dan berbuah baik," tandasnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved