Breaking News:

Berita Banjarmasin

Tarif Air PDAM Bandarmasih Banjarmasin Terancam Naik Hingga Dua Kali Lipat

Pemerintah Provinsi Kalsel punya kewenangan untuk menyeragamkan tarif PDAM di suatu provinsi, termasuk PDAM Bandarmasih di Kota Banjarmasin.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
WARGA UNTUK BPOST GROUP
ILUSTRASI - Endapan diduga di dalam pipa naik, menyebabkan air PDAM Bandarmasih yang sampai ke rumah seorang pelanggan di wilayah Kecamatan Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menjadi kotor, beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Wacana penyeragaman tarif air kepada seluruh PDAM oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) bergulir.

Adanya wacana ini pun akan berdampak terjadinya kenaikan tarif kepada pelanggan, tak terkecuali juga terjadi kepada pelanggan PDAM Bandarmasih, Kota Banjarmasin.

Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina tak menampik terkait adanya wacana penyeragaman tarif dan berujung pada kenaikan tarif air kepada pelanggan PDAM Bandarmasih.

"Itu sesuai dengan usulan dari provinsi. Karena, provinsi punya kewenangan untuk menyeragamkan tarif PDAM di suatu provinsi," ujar Ibnu.

Baca juga: Wacana Penyertaan Modal untuk PDAM Bandarmasih Banjarmasin Kembali Mengemuka

Baca juga: Ditolak DPRD, PDAM Bandarmasih Tunda Kenaikan Biaya Meter Air

Ibnu pun menjelaskan bahwa kenaikan tarif air khususnya di Kota Banjarmasin tentunya akan menuai reaksi dari masyarakat alias sangatlah sensitif.

Dan Pemko Banjarmasin, lanjut Ibnu, sejatinya juga berkomitmen untuk tidak menaikkan tarif. Apalagi dalam situasi seperti saat ini.

Namun lanjutnya, Pemprov Kalsel sudah memiliki kajian tersendiri sehingga perlu dilakukan penyeragaman hingga kenaikan tarif air.

"Kami berkomitment untuk tidak menaikkan tarif, tapi pemprov punya kajian sendiri sehingga masing-masing PDAM kabupaten dan kota itu akhirnya mengusulkan tarif atas dan tarif bawah. Dan kalau memang Pemprov sudah menetapkan, ya PDAM kabupaten dan kota harus mengikuti," jelasnya.

Baca juga: DPRD Banjarmasin Minta Kenaikan Biaya Meter Air Dibatalkan, dan Ada Opsi Bisa Ditinjau Lagi

Baca juga: Ketua Dewas PDAM Bandarmasih Banjarmasin: Menaikkan Biaya Meter Air untuk Perbaiki Cash Flow

Disinggung mengenai besaran tarif air yang diusulkan naik, Ibnu pun menerangkan untuk Banjarmasin cukup tinggi. "Cukup tinggi, hampir dua kali lipat tarif air," jelasnya.

Ia pun tidak menampik bahwa sebuah PDAM, selain berorientasi sosial dengan memenuhi kebutuhan masyarakat juga memiliki orientasi bisnis untuk bisa tetap berjalan.

Untuk itulah dirinya pun meminta agar jajaran PDAM Bandarmasih bisa segera duduk bersama dengan Pemprov Kalsel untuk membahas hal ini.

"Kami minta agar PDAM Bandarmasih duduk bersama dengan pemprov untuk membahas bersama. Jangan sampai harga yang ditetapkan oleh Pemprov terjadi gap yang sangat tinggi. Apalagi kondisi dari masing-masing PDAM di kabupaten dan kota itu berbeda-beda," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved