Breaking News:

Berita HST

Belum Tersentuh Listrik, Warga Danau Canting, Numpang Ngeces Lampu 1 Km ke Dusun Kiyu

Warga Danau Canting Desa Hinas Kiri Kecamatan Batangalai Timur, HST mengeluhkan beum tersedianya listrik

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/hanani
Dusun Danau Canting, Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batangalai Tiur, Kabupaten Hulu Sungai tengah (HST), Kalimaan Selatan hingga kini belum berlistrik, Selasa (15/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI-Warga Danau Canting Desa Hinas Kiri Kecamatan Batangalai Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mengeluhkan belum tersedianya jaringan listrik di kampung mereka.

Selama ini, warga yang tinggal di rumah program Komunitas Adat terpencil (KAT) tersebut mengaku memenuhi kebutuhan penerangan dengan membeli lampu emergency yang bisa dices ulang.

Untuk mengeces ulang, mereka numpang keBalai Kiyu , anak desa lainnya di Hinas Kiri dengan jarak sekitar 1 kilometer.

Ajudir,warga setempat kepada banjarmasinpost.co.id (14/9/2021) menjelaskan, mereka ngeces lampu ke tempat saudara atau kerabat di lingkungan balai adat yang sudah dialiri listrik PLN tersebut.

Baca juga: Blusukan ke Danau Canting HST Kalsel, Mensos Risma Beri Kesempatan Warga Sampaikan Keluhan

Baca juga: Tak Berlistrik, Warga Datarajab HST Merasa Baru Merdeka 75 Persen

"Maksimal lampu emergency yang dices tahan 8 jam. Tapi kami menggunakannya jika perlu saja. Saat tidur dimatikan untuk menghemat,"ungkap Ajudir.

Selain numpang ngeces lampu emergency warga Danau Canting juga numpang ngeces telepon genggam di Kiyu.

Tak hanya numpang listrik ke Kiyu, warga pun numpang jaringan WiFi di dusun tetangga tersebut.

"Khususnya saat anak-anak sekolah belajar daring,"ungkap Linda warga lainnya. Dia berharap suatu saat ada jaringan listrik di permukiman KAT tersebut.

Paling tidak listrik tenaga surya. "Sebenarnya hampir semua warga punya telepon genggam.

Hanya jika mau memakai da menghubungi kerabat di luar desa harus ke Kiyu yang dekat antena WiFi mlik pribadi warga Kiyu. Degan membeli voucher Rp 2000, hingga Rp 5.000, warga baru bisa mengakses informasi melalui internet.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved