Breaking News:

Bulan Safar 1443 H

Hukum Tradisi Rebo Wekasan atau Arba Mustakmir di Bulan Safar 1443 H, Ini Penjelasan UAS

Rebo Wekasan atau Arba Mustakmir sebuah tradisi yang umum dilakukan umat Islam. Begini pendapat Ustadz Abdul Somad.

Editor: M.Risman Noor
istimewa
Bulan Safar 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Rabu terakhir di bulan Safar dikenal sebagai Rebo Wekasan atau Arba Mustakmir.

Rebo Wekasan atau Arba Mustakmir sebuah tradisi yang umum dilakukan umat Islam.

Namun bagaimana sebenarnya hukum Rebo Wekasan atau arba mustakmir.

Begini hal dipaparkan Ustadz Abdul Somad atau UAS mengenai Rebo Wekasan atau Arba Mustakmir.

Baca juga: Niat Sholat Qobliyah Subuh dan Zuhur, Dilengkapi Niat Sholat Badiyah Zuhur dan Magrib Juga Isya

Baca juga: Keutamaan Shalat Israq, Ibadah Sunah Senilai Ibadah Umrah dan Haji

Apa itu Rebo Wekasan?

Dikutip dari Wikipedia.org, Rebo Wekasan, Rabu Wekasan, atau Rebo Pungkasan adalah nama hari Rabu terakhir di bulan Safar pada Kalender lunar versi Jawa.

Rebo Wekasan
Rebo Wekasan (Tribun Timur)

Pada hari ini biasanya dimulainya rangkaian Upacara Adat Safaran yang nanti akan berakhir di Jumat Kliwon bulan Maulid (Mulud).

Seperti upacara Sedekah Ketupat dan Babarit di daerah Sunda kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Keistimewaan hari ini adalah karena inilah satu satunya hari yang tidak tergantung pada hari pasaran dan neptu untuk melakukan suatu upacara adat.

Catatan dalam adat Kejawen hari pasaran dan neptu adalah sangat penting demi keselamatan dan berkah dari acara, kecuali pada hari ini.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved