Breaking News:

Berita Banjarmasin

Isu Kenaikan Tarif Air Kembali Mengemuka, Begini Penjelasan PDAM Bandarmasih

Isu kenaikan tarif untuk pelanggan PDAM Bandarmasih kembali mengemuka, dan menjadi perbincangan hangat

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Direktur Umum dan Keuangan PDAM Bandarmasih, Hj Farida Aryati didampingi Humas PDAM Bandarmasih, Nur Wakhid.   

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Isu kenaikan tarif untuk pelanggan PDAM Bandarmasih kembali mengemuka, dan menjadi perbincangan hangat.

Isu ini mengemuka tidak lain terkait dengan adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Mendagri Nomor 71 Tahun 2016 Tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum.

Point penting dari Permendagri ini, Kepala Daerah dalam hal ini Gubernur diberikan kewenangan untuk menetapkan tarif air di kabupaten maupun kota (tarif atas dan tarif bawah).

Terkait hal ini pula, Wali Kota Banjarmasin yakni H Ibnu Sina pun membeberkan bahwa ada rencana penyeragaman tarif, yang kemungkinan juga akan berdampak pada kenaikan tarif air untuk pelanggan PDAM Bandarmasih. Bahkan bisa mencapai dua kali lipat.

Baca juga: Terdampak Pandemi Covid-19, Laba PDAM Bandarmasih di 2020 Turun Rp 6 Miliar

Baca juga: Pengerjaan Koneksi Jembatan Diameter 300 mm, Sebagian Pelanggan PDAM Bandarmasih Terdampak

Baca juga: Perbaikan Pipa Emergency PDAM Bandarmasih, Distribusi Air ke Sejumlah Pelanggan Terganggu

Dikonfirmasi terkait hal ini, jajaran Direksi PDAM Bandarmasih pun mengaku masih belum mengetahui persis adanya wacana ini.

Direktur Umum dan Keuangan PDAM Bandarmasih, Hj Farida Aryati menerangkan memang sejatinya Permendagri tersebut benar adanya.

Namun menurutnya kebijakan biasanya akan turun melalui tingkat pemerintah provinsi, hingga kemudian turun ke tingkat pemerintah kota.

"Permendagrinya memang sudah ada, tapi kami belum mendapatkan turunan dari ketentuan ini. Misalnya berupa SK dari Gubernur dan sebagainya. Jadi kita pun masih belum ada membahas masalah itu (kenaikan tarif, red) sehingga kami pun mohon maaf masih belum bisa memberikan penjelasan apa-apa," ujarnya saat menggelar jumpa pers di Aula PDAM Bandarmasih, Rabu (15/9/2021).

Ditambahkan oleh Hj Farida, bisa saja pembahasan terkait kenaikan tarif ini sudah ada di tingkat pemerintah provinsi.

"Namun untuk saat ini kita masih belum menerima. Dan kalau pun nanti sudah ada SK nya kita terima, baru akan kita sampaikan lagi," jelasnya.

Tak kalah penting lanjut Hj Farida, apabila memang nantinya ada rencana tarif air ini dinaikkan, bukanlah diterapkan dalam waktu dekat.

"Kalau memang ada kenaikan, Insya Allah di 2022 nanti. Karena berdasarkan Permendagri, itu akan diberlakukan di 2022," katanya.

Sementara itu Humas PDAM Bandarmasih, Nur Wakhid menambahkan kalau memang wacana kenaikan tarif air ini masih dibahas di tingkat pemerintah provinsi maupun pemerintah kota, maka pihaknya tentunya akan menunggu.

Baca juga: Pengerjaan Koneksi Jembatan Diameter 300 mm, Sebagian Pelanggan PDAM Bandarmasih Terdampak

Terlebih apabila memang wacana ini terealisasi, maka yang terdampak tidak hanya pelanggan PDAM Bandarmasih saja tapi PDAM di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel.

"Kita menunggu saja kalau memang SK Gubernur nya sudah ada atau diterbitkan," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved