Breaking News:

Berita Banjarmasin

Korupsi Kalsel : Terpapar Covid-19, Mantan Direktur RS Boejasin Batal Dengarkan Vonis

Vonis terhadap Mantan Direktur RS Boejasin Pelaihari, Edy Wahyudi terdakwa perkara dugaan korupsi di RS Boejasin Pelaihari batal dibacakan

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Ketua Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor Banjarmasin batal membacakan vonis terdakwa perkara tipikor RS Boejasin karena terdakwa sakit terpapar Covid-19, Rabu (15/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Vonis terhadap Mantan Direktur RS Boejasin Pelaihari, Edy Wahyudi yang merupakan terdakwa perkara dugaan korupsi di RS Boejasin Pelaihari batal dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Rabu (15/9/2021).

"Karena yang bersangkutan masih sakit, jadi kita tunda satu minggu lagi. Mudah-mudahan yang bersangkutan sehat, kita bisa sidang kembali. Demikian, sidang ditunda," kata Ketua Majelis Hakim, Jamser Simanjuntak.

Penundaan pembacaan vonis terhadap terdakwa Edy Wahyudi ini merupakan penundaan kedua setelah pada Rabu (8/9/2021) sidang juga ditunda karena alasan serupa.

Ditemui Banjarmasinpost.co.id saat ke luar ruang sidang, Penasihat hukum terdakwa, M Pazri mengatakan, terdakwa memang tengah menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19.

Baca juga: Kasus Korupsi Pengadaan Barang di RSUD Ulin, Polda Kalsel : Dua Tersangka Ditangkap OTT

Baca juga: Kasus Korupsi di Kalsel, Mantan Kepala Dinas ESDM Tanah Bumbu Ditahan Kejagung

Baca juga: Korupsi Kalsel :  Dua Tersangka Korupsi PT Pos di Kotabaru Ditahan di Lapas Kelas IIA Banjarmasin 

"Memang tadi rencananya dihadirkan via Zoom atau video call Whatsapp, sudah kami uji coba sebelum sidang. Tapi tadi Majelis Hakim mengatakan kalau memang masih isolasi, dianggap masih sakit. Jadi kami mengikuti saja ketentuan jadwal yang ditetapkan Majelis," kata Pazri.

Pazri tak menampik kondisi kesehatan kliennya tersebut drastis menurun selama proses panjang persidangan.

Dimana sejak tahapan sidang penuntutan di Bulan Juni lalu, kliennya beberapa kali harus dirawat di rumah sakit.

Bahkan, kliennya juga sempat terserang stroke ringan sehingga kemampuan motoriknya sedikit banyak berkurang.

"Kondisinya memang berbicara agak sulit karena stroke ringan dan juga belakangan terpapar Covid-19," terang Pazri.

Karena itu pula kata dia, Majelis Hakim sudah mengabulkan permohonan penangguhan penahanan kliennya dengan jaminan dari istri terdakwa dan juga bukti rekam medis.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved