Breaking News:

Berita Banjarbaru

VIDEO Penyaluran Bansos di Kalsel Terlambat Membuat Mensos Tri Rismaharini Marah

Menteri Sosial Tri Rismaharini marah karena alasan teknis sebabkan penyaluran bansos di Kalsel terhambat dan minta bank mendistribusikan tepat waktu.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Menteri Sosial Tri Rismaharini tiba-tiba keluar dari ruangan pertemuan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS), Rabu (15/9/2021).

Itu setelah terungkap tentang mesin Electronic Data Capture (EDC) atau alat untuk menerima pembayaran rusak hingga kas kosong, terkait penyalur bantuan sosial ( Bansos ) dan Pendamping PKH.

Ia kemudian melihat lingkungan luar BBPPKS Banjarmasin. Meski hujan, ia terlihat mencoba menenangkan diri.

Sebelumnya, ia beberapa kali berbicara dengan nada tinggi. Bahkan sempat mengancam agar Kalsel tak lagi diberi Bansos, lantaran banyak yang tidak transaksi dan tidak distribusi.

Baca juga: Sambut Mensos Risma, Aktivis Meratus Kosim Bacakan Puisi Berjudul Ibu

Baca juga: Blusukan ke Danau Canting HST, Ini Sejumlah Bantuan yang Diberikan Mensos Risma

Ia juga sempat menyebut agar pendistribusian dari bank di Kalsel dibubarkan, lantaran penyaluran yang baru disalurkan enam bulan sekali karena kekosongan kas hingga kerusakan mesin EDC tersebut.

Kemudian, setelah melanjutkan pertemuan, ia tegas meminta bank penyalur bantuan agar tak menunda penyaluran bantuan.

"Bank penyalur agar tidak menunda penyerahan bantuan karena penerimanya jelas, tidak ada masalah dengan data, penerima manfaat jelas orangnya, alamatnya bisa dicari. Buktinya, sejak saya rapat pukul 07.30 sampai pukul 11.00 ini bisa dibagikan yang tidak bisa transaksi," tandasnya.

Menteri Risma juga mengakui menemukan permasalahan penyaluran bantuan untuk penerima manfaat yang tinggal di daerah terpencil.

Baca juga: Blusukan ke Danau Canting HST Kalsel, Mensos Risma Beri Kesempatan Warga Sampaikan Keluhan

Penyaluran bantuan dengan jarak tempuh hingga 15 jam, menurutnya tidak memungkinkan bagi penerima manfaat untuk mengambil bansos.

"Karenanya, nanti bank yang akan menyerahkan bantuan ke tempat penerima manfaat. Bukan penerima manfaat yang datang. Nanti bentuknya tunai, tidak perlu ke ATM," ujarnya.

Selain itu, ia berjanji akan membicarakan dengan Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor tentang masyarakat yang ada di daerah terpencil agar ditetapkan menjadi komunitas adat terpencil. Sehingga, Kemensos dapat membuat treatment berbeda dengan daerah lain.

Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam pertemuan mengenai penyaluran bantuan sosial (bansos) di dalam gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (15/9/2021).
Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam pertemuan mengenai penyaluran bantuan sosial (bansos) di dalam gedung Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (15/9/2021). (BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI)

Kunjungan kerja Risma ke Banjabaru Kalsel, selain melakukan koordinasi dengan pendamping PKH dan bank penyalur, yakni BRI dan Mandiri, juga menyerahkan bantuan bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (PSBL) Budi Luhur Kota Banjarbaru.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved