Berita Tanahlaut

Bantuan Stimulan Perbaikan Rumah Nelayan Muarakintap Cair, Jumat Diserahkan Bupati Tanahlaut

tercatat 12 rumah warga Kampungbaru Muarakintap Tala di lingkungan RT 11 yang rusak signifikan dihantam ombak pada Desember 2020 lalu

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Inilah rumah warga di Kampungbaru, Desa Muarakintap, yang berada di bantaran sungai dan rawan hantaman gelombang 

BANJARMASINPOSTCO.ID, PELAIHARI - Kabar melegakan bagi nelayan Desa Muarakintap, Kecamatan Kintap, Kabuaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Terutama mereka yang terdampak gelombang besar Desember 2020 lalu.

Bantuan stimulan dari Pemerintah Kabupaten Tala untuk perbaikan rumah mereka kini telah cair.

Seremoni penyerahannya akan dilakukan dalam waktus segera.

Baca juga: Gelombang Tinggi Terjang Muara Kintap Tanahlaut, Tiga Rumah Nelayan Hancur

Baca juga: Pasien Covid-19 Sembuh dari Kurau Salip Pelaihari, Total dalam Perawatan Tersisa Segini

"Direncanakan penyerahannya secara simbolis dilakukan Jumat besok oleh Pak Bupati," ucap Kepala Bidang Rehab dan Perlindungan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Tala Khairil Fahmi, Kamis (16/9/2021).

Ia menerangkan penyaluran bantuan tersebut sebenarnya langsung melalui transfer ke rekening kepada masing-masing penerima.

Namun secara simbolis tetap dilakukan, sekaligus bupati ingin melihat dari dekat permukiman nelayan Muarakintap.

Jumlah penerima bantuan belasan orang nelayan setempat.

Nilai bantuan bervariasi sesuai level kerusakan rumah masing-masing.

"Paling sedikit Rp 5 juta dan paling besar Rp 10 juta," sebut Fahmi.

Proses administrasi penyaluran bantuan tersebut diakuinya cukup menita waktu lumayan lama karena adanya perubahan regulasi sehingga mesti dilakukan penyempurnaan kembali.

Pejabat eselon III di Bumi Tuntung Pandang ini mengatakan bantuan tersebut berasal dari APBD Kabupaten Tala.

"Bantuan ini sifatnya hanya untuk membantu meringankan beban saja. Selebihnya diharapkan swadaya atau kemandirian nelayan untuk memperbaiki rumah masing-masing, tandasnya.

Dikatakannya, solusi terbaik jangka panjang nelayan setempat mesti hijrah ke tempat yang lebih aman.
Pasalnya lokasi yang dihuni saat ini selalu rawan terpapar gelombang, apalagi pada musim gelombang besar.

Baca juga: Truk Tercebur di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Polisi Kantongi Identitas Calo Penumpang Gelap

Baca juga: Narkoba Kalsel, Dilaporkan Sering Transaksi Barang Haram, Amet Diringkus Polres Banjarbaru

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved