Breaking News:

Berita Ekonomi

Harga Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Bulan September Mengalami Kenaikan

Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar rapat

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Edi Nugroho
Humas Disbunak Kalsel
Suasana rapat harga tandan sawit. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINBPOST, BANJARBARU - Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar rapat penetapan harga TBS periode bulan September 2021, Kamis, (16/9/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat Kelapa Sawit ini, dibuka secara langsung oleh Kepala Disbunnak, drh. Hj. Suparmi, MS dan dihadiri oleh Perusahaan Mitra, Perwakilan Petani Plasma, Perwakilan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Perwakilan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Selatan, serta Tim Penetapan Harga TBS.

Hasil perhitungan rapat TBS yang dibacakan Kepala Bidang Penyuluhan, Pengolahan dan Pemasaran Disbunnak Prov. Kalsel, Muhammad Rusli, menyepakati perhitungan untuk harga CPO bulan September naik menjadi Rp. 11.214.95.

Sedangkan Inti Sawit mengalami penurunan menjadi Rp. 5.620.71 sedangkan nilai Indeks K naik menjadi 87,47%.

Baca juga: Australia Kali Kedua Bantu Program Integrasi Sawit-Sapi di Kalsel

Baca juga: Beraksi Bawa Kabur Uang Sawit Rp 63,9 Juta di Kotabaru, Jambret Asal Kelumpang Hulu Dibekuk di Tanbu

Baca juga: Aksi Damai Aliansi Pemuda Kotabaru Tuntut Penegak Hukum Usut Perambahan Hutan Perusahaan Sawit

Baca juga: VIDEO Polda Kalimantan Selatan Sita Pabrik dan Lahan Sawit di Kabupaten Tanbu

Untuk harga TBS kelapa sawit periode bulan September, mengalami kenaikan harga rata-rata sebesar enam persen dengan harga terendah pada umur tanaman 3 tahun, Rp. 1.692.75 dan harga tertinggi Rp. 2.350.41 pada umurtanaman 13 tahun. Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel harga TBS bulan September 2021.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi tentang Upaya Penataan dan Penyelesaian Keterlanjuran Kegiatan Usaha Perkebunan yang Berada Dalam Kawasan Hutan yang disampaikan oleh Warsita, S. Hut, MP Kabid Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan, Dinas Kehutanan Prov. Kalsel selaku narasumber.

Beberapa aspek penting yang dijelaskan Warsita dalam paparannya, meliputi Pengukuhan Kawasan Hutan, Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan serta Penataan Kawasan Hutan. (Banjarmasinpost /Nurholis Huda).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved