Breaking News:

Berita HST

Atasi Banjir HST, Kolam Regulasi Pengendali Senilai Rp 230 Miliar Segera Dibangun 

Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR akan melaksanakan pembangunan kolam regulasi pengendali banjir untuk mengatasi banjir HST

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi
Ilustrasi-Banjir parah yang melumpuhkan aktivitas warg dan perkantoran di Kabupaten HST pada Kamis (14/1/2021) lalu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI- Mengatasi dampak banjir, yang kemungkinan bisa terjadi lagi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR akan melaksanakan pembangunan kolam regulasi pengendali banjir.

Proyek multiyear tersebut dilaksanakan mulai 2021, 2022 hingga 2023, dengan lokasi di Desa Aluan Besar Kecamatan Batubenawa dan Desa Mandingin Kecamatan Barabai.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaa Umum  dan Penataan Ruang (PUPR) HST Pranoto yang dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id Jumat (17/9/2021) menjelaskan, luas kolam pengendalian banjir tersebut 57,29 hektare.

Dana yang digelontorkan untuk pembangunannya, senilai Rp 230 miliar sesuai kontrak di Balai Wilayah Sungai Kalimantan II Banjarmasin. Namun, untuk pembebasan lahannya dibebankan kepada Pemkab HST.

Baca juga: 61 Warga Terdata Terima Bantuan Stimulan Untuk Bangun Rumah Pasca Banjir HST

Baca juga: Pasca Banjir HST, Kekeruhan Sungai Barabai Lebihi Ambang Batas,  Produksi Air Bersih PDAM HST Turun

Baca juga: Sidak ke Hutan Lindung Mangkiling Sebelum Banjir HST, Warga Temukan Fakta Illegal Logging di Meratus

Dijelaskan, saat ini sudah mulai dilakukan pembebasan lahan untuk 190 persil atau bidang meliputi 64 bidang di Aluan Besar dan 126 bidang di Mandigin.

Untuk itu, Pemkab HST pun telah menganggarkan Rp 13 miliar dari estimasi kebutuhan Rp 25 hingga Rp 30 miliar lebih.

Mengenai harga dtentukan tim appraisal. Untuk kekurangan  anggaran pembebasan lahan tersebut, Pemkab HST pun minta bantuan Pemprov Kalsel.

“Sudah dikomunikasikan dengan PUPR Kalsel, tapi belum tahu berapa bantuan yang diberikan,”katanya.

Dijelaskan, pembanguan fisik dimulai 2022 mendatang hingga 2023, karena dianggarkan secara bertahap melalui APBN. Selain pembagunan fisik proyek ini sekaligus merehabilitasi sungai dan kanal sekunder pengendali banjir.

Menurut Pranoto, kolam pengendali banjir yang menampung luapan air, itu juga berfungsi sebagai irigasi untuk persawahan. Bahkan bisa dijadikan objek wisata.

Baca juga: Tiga Jembatan Putus Diterjang Banjir HST, Petani  Karet Kini Kesulitan Mencari Nafkah

Mengenai dipilihnya dua lokasi tersebut, menurutnya sudah berdasarkan kajian teknis dari tim kementerian. Lokasi itu bisa menampung air dengan kapasitas besar.

Selama ini, jika terjadi curah hujan tinggi, Aluan dan kawasan Mandingin menjadi tempat berkumpulnya air limpahan dari wilayah tinggi. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved