Breaking News:

Berita Banjarbaru

VIDEO Beberapa Sekolah di Kota Banjarbaru Dipilih untuk Melaksanakan PTM

Wali Kota Banjarbaru M Aditya Mufti Ariffin pimpin pertemuan mempersiapkan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di sekolah direncanakan Oktober 2021.

Penulis: Siti Bulkis | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai membahas Pembelajaran Tatap Muka  (PTM) di sekolah-sekolah.

Untuk itu, digelar pertemuan antara Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin dengan pihak-pihak terkait. Rencananya, pelaksanaan PTM dimulai Oktober 2021.

"Saat ini Kota Banjarbaru masih PPKM Level 4, Mudah-mudahan dalam evaluasi nasional di luar Jawa dan Bali nanti, Senin, 20 September 2021, bisa benar-benar turun ke Level 3," kata Wali Kota Aditya dalam pertemuan tersebut, Jumat (17/9/2021).

Ditambahkannya, pihaknya saat ini masih belum menerima informasi dari Kemendagri terkait pelaksanan Level 3 diperbolehkan atau tidak. Akan tetapi, tetap mempersiapkan terlebih dulu untuk pelaksanaan PTM nanti.

"Tentunya, pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka harus dilakukan dengan beberapa catatan," ujarnya.

Baca juga: Update Covid 19 Kalsel : Meninggal 2 Orang, dari Banjarbaru dan Tanahbumbu

Baca juga: Jual Aneka Jenis Ikan Asin, Produk Mini Market di Banjarbaru ini Dijual Sampai ke Luar Negeri

Di antaranya, pelaksanaan PTM dilakukan dengan percontohan. Hal ini dikarenakan terbatasnya tenaga pengawas dan lainnya.

Ada beberapa sekolah yang akan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka, baik dari segi protokol kesehatannya  termasuk sarana dan prasarana pendukungnya, juga harus berfungsi. 

Harus dipersiapkan alat pengecek suhu tubuh, tempat cuci tangannya tersedia, begitu pula alat untuk sterilisasi  ruangan untuk peserta didik.

"Kami juga berharap peran serta orangtua lebih dilibatkan lagi dalam pembelajaran, perizinan. Kita juga meminta kepada orangtua agar tetap melakukan pengawasan terhadap anak,-anaknya," imbuh Wali Kota.

Kemudian, menekankan kepada Dinas Pendidikan bahwa pembelajaran tersebut itu tidak hanya di dalam kelas saja, pembelajaran di luar kelas juga diutamakan.

Baca juga: Tinjau Seleksi PPPK, Wali Kota Aditya Sebut Banjarbaru Masih Kekurangan Guru

Baca juga: Banjarbaru PPKM 3, Pusat Perbelanjaan Modern di Kota Idaman Berangsur Ramai 

Sedangkan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sambung Wali Kota Adit, pengelola diminta menyediakan ruang tunggu khusus agar tidak terjadi kerumunan, baik orangtua maupun keluarga yang mengantar.

Bagi sekolah yang dapat menjalankan protokol kesehatannya dengan baik dan berjalan dengan benar, akan ada reward.

Namun sebaliknya, bila ada sekolah yang tidak berjalan protokol kesehatannya, maka akan ada punishment. 

"Kami harapkan peran Kepala Sekolah, guru serta pengurus sekolah lainnya agar lebih fokus lagi dalam penanganan peserta didik termasuk pelaksanaan 5M kepada peserta didik," tutup Wali Kota.

(Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved