Breaking News:

Berita Batola

Belum Selesai, Penyelidikan Kasus Sawit Plasma di Batola Diperpanjang 30 Hari

Usai dinyatakan naik ke tahap penyidikan pada 27 Juli 2021 lalu, penyelesaian polemik sawit plasma dengan KUD Jaya Utama yang bermitra dengan PT Agri

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri
Kasi Intel Kejari Batola, M Hamidun Noor. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Usai dinyatakan naik ke tahap penyidikan pada 27 Juli 2021 lalu, penyelesaian polemik sawit plasma dengan KUD Jaya Utama yang bermitra dengan PT Agri Bumi Sentosa (ABS) di Kejaksaan Negeri Barito Kuala, belum menemukan titik terang.

Disampaikan Kasi Intel Kejari Batola, M Hamidun Noor, pihaknya mendapati kendala selama proses penyidikan berlangsung. karena 14 orang pegawai di lingkungan kerjanya terpapar Covid- 19.

Pemeriksaan yang harusnya selesai pada 7 September lalu pun akhirnya diperpanjang. Terhitung pada 8 September hingga 21 Oktober 2021 mendatang.

"Kita terus bergerak secara marathon, semoga sebelum berakhir masa satu bulan tambahan ini bisa selesai dan diketahui titik terangnya. Apakah ada melawan hukum atau tidak," ucap Hamidun. Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Datangi kejari Batola, BPD Balandean Muara Pertanyakan Laporan Dugaan Mark Up Jembatan

Baca juga: Kejari Tabalong Rencanakan Gelar Lelang  Barang Bukti, Saat Ini Tahap Penilaian

Baca juga: Kejari Tabalong Berencana Lelang Barang Bukti, Saat Ini Masih Tahap Penilaian

Baca juga: Pemusnahan Barbuk di Kejari Balangan, 27,74 Gram Sabu Diblender dan 35 Unit HP Dihancur

Ia pun menambahkan, untuk perkembangan proses sengketa sawit plasma antara petani sawit plasma dengan KUD Jaya Utama dan PT ABS, pihaknya sudah memintai keterangan dinas terkait, seperti Dinas Perkebunan dan Peternakan Batola dan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Kemudian kami perlu melihat secara menyeluruh dan gambang, apakah ada tindak pidana korupsi atau pidana umum," pungkasnya.

Sebelumnya beberapa bulan lalu, ketiga pihak baik petani plasma, KUD Jaya Utama dan PT ABS telah dua kali melakukan mediasi duduk bersama, namun belum mendapatkan titik terang.

Para petani menuntut tiga permintaan, yakni lahan dan sertifikat dikembalikan serta dirawat sendiri.

Hal ini berkenaan karena petani dari empat kecamatan tersebut sudah tidak percaya dengan KUD Jaya Utama dalam pengelolaan lahan sawit mereka selama kurang lebih 11 tahun terakhir.
(Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved