Breaking News:

Berita Kabupaten Banjar

Cara Sederhana Mendeteksi Stres pada Anak Akibat Trauma Paskabencana Banjir #Dirumahsaja

Dosen ilmu kedokteran dan keperawatan FK ULM meneliti anak-anak korban banjir yang terjadi awal 2021 di Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar

IDA YULIANA
Tim Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM) berbagi pengetahuan tentang cara mendeteksi dini PTSD di Puskesmas Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. 

Penulis: dr. Ida Yuliana dkk - Tim Pengabdian kepada Masyarakat FK ULM bekerjasama dengan
Puskesmas Martapura Barat

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kabupaten Banjar tercatat sebagai daerah yang paling terdampak banjir di Kalimantan Selatan di awal tahun 2021.

Dan, wilayah Kecamatan Martapura Barat merupakan wilayah kecamatan yang paling banyak mengalami kerusakan.

Anak merupakan kelompok masyarakat yang paling rentan mengalami gangguan stress paskatrauma (PTSD) akibat bencana banjir.

Karena itu, perlu mendapat penanganan yang serius agar akibat yang ditimbulkan tidak berkepanjangan dan menghambat perkembangannya.

Berbekal dari informasi tersebut maka, telah dilakukan riset oleh tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM) yang terdiri dari gabungan dosen ilmu kedokteran dan keperawatan.

Tim Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM) saat di Puskesmas Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.
Tim Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM) saat di Puskesmas Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. (IDA YULIANA)

Kegiatan yang didanai oleh hibah LPPM ULM Tahun Anggaran 2021 tersebut didapatkan fakta, terdapat anak-anak usia 4 – 6 tahun di wilayah Martapura Barat yang dijadikan sampel dalam penelitian mengalami gangguan stress paskatrauma bencana banjir tingkat ringan–sedang.

Dalam penelitian tim peneliti hanya menggunakan instrumen yang sederhana berupa pengisian kuisioner PTSD versi PLC-C dalam mendeteksi adanya PTSD pada anak-anak tersebut.

Hal ini menjadi alasan kuat dari tim peneliti untuk membentuk tim pengabdian kepada masyarakat FK ULM, untuk berbagi pengetahuan cara mendeteksi dini PTSD pada anak-anak lainnya di Martapura Barat, melalui peranan orangtua di rumah dengan menggunakan intrumen yang sama.

Kegiatan pengabdian berupa pelatihan cara mendeteksi dini PTSD pada anak dilaksanakan Jumat (17/9/2021)  bertempat di Aula Puskesmas Martapura Barat.

Peserta dari kegiatan adalah orangtua/wali anak dari beberapa perwakilan sekolah PAUD dan kader Posyandu di wilayah Martapura Barat sebanyak 50 orang.

Sebelum pelatihan dengan mencobakan langsung pengisian kuisioner oleh para peserta dimulai, peserta diberikan penyuluhan berupa pengetahuan tentang apa itu PTSD, apa dampaknya terhadap kesehatan kejiwaan , bagaimana cara mengenalinya, bagaimana cara mendeteksi dini, dan bagaimana trauma healing dapat dilakukan dengan melibatkan peranan orang tua di rumah.

Selama proses pelatihan, dilakukan diskusi dan praktek langsung cara mendeteksi dini PTSD dengan menggunakan kuisioner oleh peserta.

Dari hasil kegiatan pengabdian ini menyadarkan para peserta bahwa sangat lah mudah dan sederhana untuk bisa mengenali diri sendiri, atau anggota keluarga mereka yang mengalami gangguan stress paska trauma sehingga mereka bisa segera mencari pertolongan dan pengobatan kepada tenaga kesehatan setempat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved