Breaking News:

Bumi Saijaan

Pemerintah Kabupaten Kotabaru Dukung Program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan

Program AMPL menurut Sekda Kabupaten Kotabaru Said Akhmad sangat penting, terutama untuk daerah-daerah yang masih belum teraliri air bersih.

Penulis: Herliansyah | Editor: Alpri Widianjono
DISKOMINFO KABUPATEN KOTABARU
Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru, H Said Akhmad, menandatangani dokumen program penyediaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL), Kamis (16/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan sangat mendukung Penyediaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL).

Upaya tersebut melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) III tahun 2021.

Terkait penyediaan AMPL, dibuktikan dengan penandatangan berita acara komitmen bersama oleh Sekda Kotabaru H Said Akhmad dan Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis, secara virtual di ruang kerja Asisten Pemerintahan Setda, Kamis (16/9/2021). 

Disampaikan Said Akhmad,  program AMPL sangat penting untuk wilayah Kabupaten Kotabaru. Terutama daerah-daerah yang masih belum teraliri air bersih.

Untuk Kalimantan Selatan hanya lima kabupaten yang mendapatkan program ini, termasuk Kabupaten Kotabaru.

Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru, Syairi Mukhlis, menandatangani dokumen program penyediaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL), Kamis (16/9/2021).
Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru, Syairi Mukhlis, menandatangani dokumen program penyediaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL), Kamis (16/9/2021). (DISKOMINFO KABUPATEN KOTABARU)

Program AMPL dilaksanakan berkelanjutan, karena pembiayaannya sharing dana APBD dan APBN. 

"Ini kewajiban dari pemerintah daerah. Mudah-mudahan dengan program Pamsimas III ini dapat memperluas lagi pelayanan air bersih," harapnya. 

Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis, menambahkan, sangat mendukung bahkan akan mengawal terkait dengan anggaran program tersebut. 

"Program ini sangat diperlukan di Kabupaten Kotabaru. Apalagi wilayah Kabupaten Kotabaru sangat luas, masih banyak daerah belum teraliri air bersih," jelasnya. 

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Kotabaru, H Akhmad Rivai,  menjelaskan, Program Pamsimas dari I sampai dengan III sudah ada tingkat keberhasilan 50 persen dari 198 desa di Kabupaten Kotabaru.

Untuk Pamsimas III, lanjutnya, desa yang diprioritaskan adalah yang sulit memperoleh air bersih serta yang MCK-nya belum memenuhi kata standar. 

"Pada 2022 kami fokuskan di daerah pesisir dan daerah sungai. Semoga dengan adanya program ini tingkat kesehatan dan lingkungan di Kabupaten Kotabaru dapat terkendali," harapnya. (aol*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved