Breaking News:

Berita Banjar

Disperindag Banjar Sosialisasi Kartu Kendali Pengguna Elpiji Subsidi di Martapura

Lonjakan harga elpiji bersubsidi isi tiga kilogram di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) direspons Pemerintah

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid
Kepala Disperindag Kabupaten Banjar, I Gusti Made Suryawati mensosialisasikan program kartu kendali LPG bersubsidi di Kelurahan Murung Keraton, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel, belum lama ini 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Lonjakan harga elpiji bersubsidi isi tiga kilogram di Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) direspons Pemerintah.

Gusti Purnama, pengguna elpiji bersubsidi yang sebelumnya kaget membeli gas isi 3 kilogram Rp 40 ribu. Kini sudah lega karena harganya sudah turun menjadi Rp 28 ribu per tabung isi 3 kilogram.

"Saya mendapat kartu operasi pasar dari Kantor Kelurahan Murung Keraton. Cuma saya datangnya terlambat sehingga saya tidak dapat jatah," katanya sambil memperlihatkan kupon bernomor antrian 158, Minggu (19/9/2021).

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar bersama Satuan Tugas Pangan melakukan pengecekan dan penelusuran di wilayah Kelurahan Murung Keraton, Kecamatan Martapura.

Baca juga: Gas Elpiji 3 Kg di Batola Melambung, Kini Eceran Tembus 35 Ribu

Baca juga: Jual Elpiji 3 Kg Diatas HET, Pangkalan di Tala Divonis Denda Puluhan Juta, Wabup Turut Hadiri Sidang

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banjar, I Gusti Made Suryawati sekaligus sosialisasi kartu kendali LPG bersubsidi dan kategori penerima manfaat atau pengguna LPG bersubsidi.

Menurut I Gusti Made Suryawati, sesuai peraturan Bupati Banjar, pengguna elpiji bersubsidi adalah warga yang penghasilan satu bulan dibawah Rp 1,5 juta, pelaku UMKM dan para nelayan.

I Gusti Made Suryawati mengaku melakukan operasi pasar, berdasarkan surat permintaan dari Pemerintah Kelurahan ataupun Pemerintah Desa melalui Kantor Kecamatan, apabila terjadi kelangkaan atau lonjakan harga elpiji bersubsidi.

"Operasi Pasar bertahap, kemudian pertukaran tabung gas dari bersubsidi ke tabung non subsidi isi 5 kilogram," katanya.

Terkait pendataan pemerima kartu kendali LPG bersubsidi, I Gusti Made Suryawati mengaku masih berlangsung melalui Kantor Kecamatan.

"Kita sudah melaksanakan rapat dengan pihak Kecamatan untuk percepatan pendataan," katanya.

Kedepannya, LPG bersubsidi akan tepat sasaran karena warga yanv penerima kartu kendali LPG bersubsidi saja yang berhak membeli di pangkalan.
(Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved