Breaking News:

Kemenko Perekonomian

Menko Airlangga: Pelajar Indonesia di Luar negeri Berperan Penting sebagai Game Changer Masa Depan

Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang atau 600 ribu orang per tahun dan nilai transaksi ekonomi digital

Editor: Eka Dinayanti
kemenko perekonomian
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto 

BANARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Kasus aktif Covid-19 di Indonesia saat ini terus mengalami tren penurunan.
Momentum pemulihan tersebut perlu untuk dijaga secara bersama oleh seluruh masyarakat sehingga Indonesia bisa kembali on track dalam upaya untuk segera keluar dari middle income trap dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Salah satu agenda besar yang menjadi prioritas Pemerintah untuk mewujudkan visi tersebut adalah peningkatan kualitas SDM terutama pada generasi muda.

“Para pelajar Indonesia di luar negeri, yang rata-rata merupakan generasi muda, memiliki peran penting sebagai game changer di masa depan terutama di era digital. Generasi muda dalam 20 tahun kedepan akan memimpin Indonesia. Sehingga tentu kita berharap generasi muda ini tidak hanya menjadi pencari kerja tetapi dapat menjadi pencipta pekerjaan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Hal tersebut di sampaikan Menko Airlangga dalam acara webinar memperingati Hari Ulang Tahun Persatuan Pelajar Indonesia Dunia ke-14 dengan judul PPI Dunia Untuk Indonesia “Sinergi PPID Membangun Negeri”, Jumat (17/09).

Akselerasi dalam meningkatkan kualitas SDM dan transformasi ekonomi memerlukan koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak.

Kebutuhan tersebut didukung dengan konsep pembangunan pentahelix, di mana unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu membangun kebersamaan dalam pembangunan.

Saat ini, rasio kewirausahaan di Indonesia masih rendah, yakni sebesar 3,47% dari total populasi.

Padahal di tengah era digital ini, kesempatan untuk mengisi kebutuhan pasar akan talenta digital ataupun memulai usaha sendiri berbasis digital sangat terbuka lebar.

Indonesia diperkirakan membutuhkan talenta digital sebanyak 9 juta orang atau 600 ribu orang per tahun dan nilai transaksi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai 124 miliar dolar atau Rp1.700 triliun pada tahun 2025.

Dengan besarnya potensi tersebut, para pelajar yang saat ini sedang belajar di luar negeri diharapkan juga bisa mengembangkan ilmu setinggi-tingginya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved