Breaking News:

Vaksinasi Covid 19 di Kalsel

Tak Ada Nomor Induk Kependudukan, 290 WBP Lapas Banjarbaru Tak Bisa Divaksin

290 WBP Lapas Banjarbaru tak bisa divaksin karena tak memiliki Nomor Induk Kependudukan

Penulis: Siti Bulkis | Editor: Eka Dinayanti
Septyawan untuk BPost
300 dari 1.600 Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Kelas IIB Banjarbaru menerima vaksinasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sebanyak 290 dari 1.890 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Banjarbaru di Jalan H Mistar Cokrokusumo, Bangkal, Banjarbaru, Kalimantan Selatan terkendala nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk menerima vaksin.

Dijelaskan Kepala Lapas Banjarbaru, Amico Balalembang melalui Kasi Pembinaan, Septyawan, hal ini dikarenakan WBP tersebut tidak ada NIK sejak awal masuk.

"NIK di sini berdasarkan database atau Sistem Data Pemasyarakatan (SDP)," tuturnya, Minggu (19/9/2021).

Data tersebut dapat diketahui serta konek dengan pusat.

Baca juga: Setiap Minggu Terima Tambahan Narapidana, Saat ini Lapas Banjarbaru Tampung 1.890 WBP

Baca juga: Update Covid-19 Banjarbaru: 2 Meninggal, 25 Sembuh, 26 Positif

Dari yang diinput hanya terdata 1.600 dari 1.890 warga binaan pemasyarakatan.

Namun, meski begitu, ia mengatakan, akan tetap mengupayakan WBP tersebut agar turut mendapatkan vaksin.

Dari jumlah WBP yang memiliki NIK dan akan divaksin baru 300 WBP yan telah menerima vaksin sinovac dosis pertama.

Pada Sabtu (4/9/2021) ada 50 orang yang menerima vaksin dari Puskesmas Cempaka dan Sabtu (11/9/2021) ada 250 orang yang menerima vaksin dari Polres Banjarbaru dan Brimob Polda Kalimantan Selatan.

Baca juga: Nelayan Muarakintap Ceria Dapat Bansos dari Pemkab Tanahlaut, Begini Ungkapan dan Harapannya

Diakui Septyawan, selain terkendala NIK, kendala lain adalah jumlah vaksin yang masih terbatas.

"Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan masih terbatas, sehingga kami baru menerima dari Polres Banjarbaru dan Brimob Polda Kalsel serta Puskesmas Cempaka," ujarnya.

Seperti diketahui masih belum semua warga Banjarbaru menerima vaksin, yang masih terbatas.

(Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved