Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

72 Pasar Tradisional di Kalsel Sudah Selesai Direvitalisasi Antara Tahun 2016-2019

Dinas Pedagangan Kalsel ajukan lagi sejumlah pasar untuk diperbaiki ke Kementerian Perdagangan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Alpri Widianjono
DINAS PERDAGANGAN KALSEL
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Birhasani, ketika meninjau Pasar Muara Uya dan Pasar Jaro di Kabupaten Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Total 575 pasar yang terdata di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), beberapa pasar dilakukan rehabilitasi.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, Senin (20/9/2021), sehubungan 72 Pasar Tradisional atau pasar rakyat di berbagai daerah direvitalisasi sejak 2016 hingga 2019.

Semuanya sudah diserahkan ke pemerintah daerah masing-masing untuk dan sudah pula dimanfaatkan untuk kegiatan perdagangan.

"Tahun 2019 kembali kami lakukan identifikasi beberapa pasar yang diusulkan pemda  untuk direvitalisasi pada tahun 2020. Sebanyak 9 pasar disetujui Kementerian Perdagangan melalui Program Revitalisasi/Pembangunan Pasar, menggunakan  Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Tugas Pembantuan (TP)," kata Birhasani.

Baca juga: Bupati Tanahbumbu Resmikan Pasar Sudan Raya di Kecamatan Satui, Sebanyak 100 Kios Ramaikan Pasar

Sembilan pasar tersebut berada di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kabupaten Tabalong , Kota Banjarmasin,  Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kota Banjarbaru dan Kabupaten Kotabaru.

Namun karena pandemi Covid-19, pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan melakukan refocussing anggaran.

Berakibat, pembatalan revitalisasi pasar di semua provinsi, termasuk di Kalsel. Kecuali satu yang tidak dibatalkan,  yaitu revitalisasi/pembangunan Pasar Sudan Raya di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanbu.

Imbas tersebut berlanjut hingga tahun 2021. Namun demikian, diusulkan kembali semua pasar yang perlu direalisasikan pembangunannya pada tahun 2022.

Baca juga: Akui Ada Gangguan Layanan Indihome dan Telkomsel di Kalsel,  Begini Penjelasan Telkom di Instagram

Baca juga: Jual Aneka Jenis Ikan Asin, Produk Mini Market di Banjarbaru ini Dijual Sampai ke Luar Negeri

 

Pada tahun ini, lanjut Birhasani, Dinas Perdagangan Kalsel bersama dinas terkait di daerah kembali membuat usulan untuk revitalisasi pasar.

Rinciannya, Pasar Hantakan di Kabupten Hulu Sungai Tengah (HST), Pasar Jejangkit dan Pasar Tabing Rimbah di Kabupaten Batola; Pasar Kurau di Kabupaten Tala; Pasar Saring Sungai Bubu di Kabupaten Tanbu; Pasar Tegal Rejo di Kabupaten Kotabaru; Pasar Tanjung, Pasar Mabuun, Pasar Kembang Kuning, Pasar Muara Uya, Pasar Jaro di Kabupaten Tabalong dan  Pasar Muuy di Kabupaten HST. 

"Semoga menjadi perhatian pemerintah pusat sehingga semuanya bisa terealisasi pada tahun 2022 dan 2023 nanti," kata dia.

(Banjarmasinpost /Nurholis Huda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved