Breaking News:

Berita Kotabaru

VIDEO Dugaan Pencemaran Limbah Perusahaan, Nelayan Kotabaru Kembali Demo PT SDO

Nelayan Kotabaru melakukan aksi unjuk rasa ke perusahaan PT Sime Darby Oils (SDO) Pulaulaut Refinery terkait dugaan pencemaran laut

Penulis: Herliansyah | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Meski hujan mengguyur wilayah Kotabaru tidak menyurutkan puluhan nelayan Kotabaru melakukan aksi unjukrasa.

Bersama Aliansi Aktivis dan LSM, para nelayan ini mendatangi PT Sime Darby Oils (SDO) Pulaulaut Refinery, Selasa (21/9/2021).

Sebelumnya, dua minggu lalu puluhan nelayan itu juga menggruduk perusahaan minyak goreng di Jalan Raya Stagen, Desa sungaitaib, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, bersama Laskar Pulaulaut LSM Akgus (Anak Kaki Gunung Sebatung).

Aksi serupa kali ini, puluhan nelayan kecil tersebut bersama-sama Aliansi Aktivitis dan LSM yang sehari sebelumnya (Senin 20 September 2021) berunjukrasa ke kantor DPRD Kotabaru menuntut transparansi realisasi dana kompensasi PT STC. 

Baca juga: Dugaan Pencemaran Sungai Satui, Warga dan Nelayan Harap Ada Ketegasan Pemkab Tanbu

Baca juga: Pastikan Aktivitas di Pelabuhan Tidak Sebabkan Pencemaran, PT SBC Kotabaru Rutin Melakukan ini

Baca juga: Dugaan Pencemaran Sungai Jorong Tanahlaut, Camat Sebut Telah Clear

Kedatangan ke PT SDO kali ini, menuntut pertanggungjawaban manajemen terkait dugaan pencemaran limbah perusahaan yang mencemari laut di Selat Pulaulaut.

Menggunakan pengeras suara, puluhan nelayan menenteng karton bertuliskan tuntutan. Namun pengunjukrasa hanya sampai pada pagar dan portal masuk perusahaan. Di belakang pagar berdiri petugas keamanan perusahaan dan polisi. 

Koordinator Lapangan (Korlap) Aliansi Aktivis dan LSM, M Akbar, didampingi Ardiansyah yang juga selaku korlap, dalam orasi dengan tegas menyampaikan tiga tuntutan termuat dalam pernyataan sikap. 

Pertama, usut tuntas dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT SDO. Kedua, meminta kepada penegak hukum agar secepatnya melakukan tindakan penyelidikan terkait limbah PT SDO yang merugikan nelayan.

Ketiga, meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup agar mengumumkan hasil sampel yang diambil sebelumnya, supaya para penegak hukum segera menangkap oknum yang bertanggungjawab atas kerugian yang dialami nelayan kecil sekurang-kurangnya 2x24 jam. 

Pernyataan sikap disampaikan Aliansi Nelayan dan LSM Kotabaru, diungkapkan M Akbar di hadapan perwakilan manajemen. 

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved