Breaking News:

Berita Banjarbaru

VIDEO Penyandang Thalasemia di Kalsel Mulai Tercukupi Keperluan Darahnya

Penyandang thalasemia di Provinsi Kalsel lebih 100 orang dan harus perlu darah dari pendonor. Kini stok tercukupi karena gencarnya aksi donor darah.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Sempat sulit mendapat darah akibat minimnya pendonor darah selama pandemi Covid 19, akhirnya penyandang thalasemia kini mulai memperoleh dengan cukup baik.

Disampaikan konsultan hemato onkologi anak RSD Idaman Banjarbaru, Dr dr Harapan Parlindungan Ringoringo,  SpA (K), Selasa (21/9/2021), jumlah penyandang thalasemia di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) lebih dari 100 orang.

Pada Kota Banjarbaru, jelasnya, ada 50 anak yang mengidap talasemia beta mayor yang kontrol rutin. Sedangkan penyandang talasemia minor ada lebih banyak lagi.

"Perhatian pemerintah saat ini sangat baik terhadap penyandang thalasemia ini dengan adanya bantuan hingga Rp  9 juta per anak untuk obat-obatannya," ujar dia.

Baca juga: Penyandang Thalasemia di Kalsel Diajak Terapkan Hidup Sehat

Baca juga: Harga Elpiji 3 Kilogram di Kalsel Makin Tak Terkendali, di Banjarbaru Tembus  Rp 40 Ribu

Baca juga: PPKM Level 4 Banjarbaru Diperpanjang, Wali Kota Aditya Pertanyakan Keputusan Pemerintah Pusat

Namun selama pandemi, tak dipungkirinya, penyandang datang untuk kontrol lebih lambat.

Sebabnya,  karena permasalahan keuangan akibat terdampak pandemi dan stok darah yang tersedia sering tidak sesuai dengan yang diperlukan.

"Kemarin mereka yang perlu dua kantong, hanya bisa bawa pulang datang satu kantong karena pendonor sepi selama pandemi. Bahkan mereka harus mencari pendonor keluar," ujarnya.

Namun kini dengan gencarnya aksi donor, baik dari TNI, Polri, pemerintah provinsi, kota dan kabupaten, ketersediaan darah mulai mencukupi.

Baca juga: Vaksinasi Kepada 650 Pelajar SMPN 1 Banjarbaru, Hasil Kerja Sama Pemko, Kabinda dan Arutmin

Baca juga: Tak Ada Nomor Induk Kependudukan, 290 WBP Lapas Banjarbaru Tak Bisa Divaksin

Diketahui, penyandang thalasemia minimal setiap bulan harus selalu melakukan transfusi darah atau menerima darah dari pendonor agar bisa bertahan. Transfusi darah bahkan harus dilakukan seumur hidup.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved