Breaking News:

Wabah Corona

WHO dan UNICEF Desak PTM Segera Dilaksanakan di Indonesia, Ini Dampak Jangka Panjang Dikhawatirkan

WHO dan UNICEF dua organisasi dunia juga turut menyoroti pembelajaran tatap muka yang sudah selayaknya diberlakukan.

Editor: M.Risman Noor
Disdik HST
Kadisdik HST H Muhammad Anhar memantau salah satu sekolah yang melaksanakan kegiata PTM di disala satu SMP, Senin (30/8/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pandemi yang sudah melanda negeri hingga 18 bulan tanpa pembelajaran tatap muka (PTM) banyak memberi pengaruh.

WHO dan UNICEF dua organisasi dunia juga turut menyoroti pembelajaran tatap muka yang sudah selayaknya diberlakukan.

Mendikbudristek Nadiem Makariem memang sudah memberikan izin dan meminta segera dilakukan pembelajaran tatap muka bagi yang wilayahnya termasuk di level 1 hingga 3.

Sampai saat ini, baru 40 persen satuan pendidikan di daerah dengan PPKM level 1, 2, dan 3, yang telah menyelenggarakan PTM terbatas.

Sehubungan dengan hal tersebut, dua organisasi dunia yaitu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan PBB untuk Anak-anak (UNICEF) mendesak agar Indonesia kembali membuka dan melanjutkan pembelajaran tatap muka di seluruh sekolah di tanah air sesegera mungkin.

Baca juga: Belum Laksanakan PTM, Begini Penjelasan Guru SDN Kelayan Selatan 1 Banjarmasin

Baca juga: Hari Pertama PTM di Banjarmasin, SDN Karang Mekar 1 Diisi Penyampaian Materi

Hari pertama pelaksanaan PTM di SDN Karang Mekar 1, Senin (20/9/2021).
Hari pertama pelaksanaan PTM di SDN Karang Mekar 1, Senin (20/9/2021). (banjarmasinpost.co.id/frans rumbon)

Bahkan di daerah dengan tingkat Covid-19 yang tinggi, WHO merekomendasikan agar sekolah tetap dibuka kembali.

Rekomendasi tersebut keluar setelah selama 18 bulan sekolah di Indonesia memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Dilansir kompas.com, adapun pembukaan sekolah harus dilakukan secara aman mengingat adanya penularan varian delta yang tinggi.

Pembukaan sekolah harus dilakukan dengan langkah-langkah untuk meminimalkan virus, seperti menerapkan langkah-langkah kesehatan masyarakat di antaranya menjaga jarak fisik setidaknya satu meter, dan mencuci tangan dengan sabun secara teratur.

“Jadi, penting bahwa ketika kami membuka sekolah, kami juga mengendalikan penularan di komunitas-komunitas itu,” ujar Dr Paranietharan, Perwakilan WHO untuk Indonesia dalam keterangan tertulis sebagaimana disampaikan dalam laman resmi WHO, 16 September 2021.

Baca juga: Seluruh SD dan SMP di HSS Sudah Laksanakan PTM, TK dan KB Tunggu Akhir Bulan

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved