Breaking News:

Berita Bisnis

Curhat ke DPRD Banjarbaru, PHRI Kalsel Suarakan Bantuan Dana Hibah untuk Karyawan

Sejak diberlakukannya PPKM level 4 di Jawa dan Bali ternyata Kalsel utamanya Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru ikut terdampak

Penulis: Salmah | Editor: Eka Dinayanti
PHRI Kalsel
Pengurus PHRI Kalsel saat beraudiensi ke DPRD Kota Banjarbaru 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Saat dilaksanakannnya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pada 2020, pihak perhotelan di Kalsel masih bisa bertahan, namun ketika pada 2021 ini diberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) hingga Level 4, bisnis perhotelan jadi terpuruk.

Diungkapkan Ketua BPD PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kalsel, dr Hj Rosally Gunawan, pada PSBB 2020 itu pengusaha hotel dan restoran masih memiliki cash flow (cadangan biaya) yang cukup untuk menutupi biaya operasional.

"Tahun 2020 pengusaha hotel tidak mendapatkan keuntungan, karena hampir enam bulan tamu yang menginap dan melakukan kegiatan sepi. Pendapatan turun 50% dari sebelum pandemi," ujarnya.

Di tahun ini sejak diberlakukannya PPKM level 4 di Jawa dan Bali ternyata Kalsel utamanya Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru ikut terdampak.

Baca juga: PHRI Teriak PPKM Level 4 Diperpanjang, Nasib 3.000 Karyawan Perhotelan di Kalsel Digantung

Baca juga: Jumlah Tamu Merosot 50 Persen, BPD PHRI Kalsel Khawatir Industri Perhotelan Tutup

Apalagi dengan diberlakukannya Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin menjadi PPKM level 4.

Dijelaskan Rosally, sejak diberlakukannya PPKM level 4 untuk Kota Banjarbaru melalui Instruksi Forkopimda Kota Banjarbaru Nomor 180/KUM/2021 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dalam Penerapan PPKM Level IV periode 26 Juli-2 Agustus 2021 yang isinya secara umum melarang bukanya Ruang Meeting, Resepsi perkawinan, Restoran dan Cafe.

Sedangkan untuk tamu kamar hotel karena ada pembatasan wilayah dan pergerakan masyarakat sehingga tamu tidak bisa bepergian yang berakibat hunian hotel di bulan Juli dan Agustus hanya mencapai 35%.

"Akibat kebijakan PPKM level 4 sejak Juli 2021 sampai sekarang kami anggota PHRI sangat terdampak dan kondisinya semakin terpuruk yang menimbulkan masalah," papar Rosally.

Pendapatan kamar hotel turun, periode Juli-Agustus 2021 rata-rata hanya terisi 35% yang berakibat pada beratnya perusahaan beroperasi karena biaya yang dikeluarkan terus berjalan yakni gaji karyawan, BPJS Kesehatan, BPJS Tenaga Kerja, Pajak PB1, Pajak PBB, PPh 25, pembayaran listrik PLN dan air bersih PDAM.

Pendapatan makanan dan minuman turun 50% hingga 0% karena tidak dibolehkannya buka cafe, tidak dibolehkan makan di tempat, tidak boleh mengadakan pertemuan (rapat, resepsi perkawinan).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved