Breaking News:

Wabah Corona

Jemaah Umrah Wajib 3 Kali Vaksin, Kemenag : Masih Banyak yang Belum Sama Sekali

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian KesehatanAbdul Kadir memastikan jemaah umrah mendapatkan dosis ketiga vaksin Covid-19 atau booster.

Editor: M.Risman Noor
Saridi Sarimin untuk Banjarmasin Post
Jemaah Al Insani Travel Banjarmasin saat melaksanakan ibadah umrah pada Juni 2019 lalu sebelum pandemi Covid-19. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemerintah RI akan mendantangi pemerintah Arab Saudi membicarakan kemungkinan untuk umrah bagi warga negara Indonesia.

Sesuai persyaratan Arab Saudi calon jemaah wajib tiga kali vaksin atau booster juga akan dipenuhi pemerintah Indonesia.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Abdul Kadir memastikan jemaah umrah akan mendapatkan dosis ketiga vaksin Covid-19 atau booster.

Untuk jenis vaksin di Indonesia juga yang sesuai diminta pemerintah Arab Saudi untuk jemaah umrah di Indonesia.

Baca juga: Niat Shalat Dhuha dan Cara Melaksanakan, Lengkap dengan Doa Usai Mengamalkan

Baca juga: Keutamaan Shalat Israq, Ibadah Sunah Senilai Ibadah Umrah dan Haji

"Jadi tentunya mereka dapat program khusus karena persyaratan yang disyaratkan oleh Saudi Arabia bahwa harus tiga kali suntikan dengan satu kali booster. Maka itu tentunya akan kita penuhi sebelum pemberangkatan," kata Kadir, dalam diskusi daring, Selasa (21/9/2021).

Jemaah dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, saat melaksanakan umrah.
Jemaah dari Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, saat melaksanakan umrah. (HENDRA ROSYADI UNTUK BPOST GROUP)

Kadir mengatakan, pihaknya akan menyiapkan program untuk para jemaah umrah dalam mendapatkan booster vaksin Covid-19. Ia menuturkan, jemaah yang tidak memiliki sertifikat vaksin tidak boleh berangkat umrah.

"Tentunya ini kita tidak akan mengizinkan mereka untuk bisa melakukan ibadah umrah tidak mempunyai sertifikat vaksinasi dan tentunya vaksin yang akan digunakan vaksin yang direkomendasi oleh Saudi Arabia," ujarnya.

Dilansir kompas.com, Sementara, Kadir menjelaskan, aplikasi PeduliLindungi hanya digunakan dalam proses keberangkatan umrah dari Indonesia. Ia mencontohkan ketika masuk Asrama Haji, aplikasi tersebut baru digunakan sebagai screening awal.

"Bilamana terdeteksi PCR-nya positif itu akan keluar informasinya berwarna hitam dan mereka pasti tentunya langsung dilakukan karantina," ucap dia.

Baca juga: Bacaan Doa Qunut Nazilah, Qunut Subuh dan Qunut Witir, Berikut Makna Doa Tersebut

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) dalam waktu dekat akan berkunjung ke Arab Saudi untuk membahas soal kesiapan penyelenggaraan umrah.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved