Breaking News:

Tajuk

Kebijakan PPKM Roller Coster

Di Banjarmasin, PTM mulai dilakukan pada Senin. Dengan pemberlakukan PPKM Level 4, maka PTM pun kemungkinan besar dihentikan lagi.

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - BARU sepekan menikmati status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru harus kembali ke menerapkan aturan level 4.

Sungguh apa yang disampaikan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers secara virtual, Senin (20/9), begitu mengejutkan.

Tidak hanya bagi para pembuat kebijakan di Kalimantan Selatan, Banjarmasin dan Banjarbaru, tetapi juga bagi orangtua pelajar.

Bagaimana tidak? Mereka telah mempersiapkan anak-anaknya untuk kembali ke sekolah dan mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Di Banjarmasin, PTM mulai dilakukan pada Senin. Dengan pemberlakukan PPKM Level 4, maka PTM pun kemungkinan besar dihentikan lagi.

Menghentikan PTM bukan persoalan sederhana. Banyak orangtua membeli seragam sekolah karena baju yang lama tak muat lagi. Ada pula yang membeli kotak untuk makanan atau camilan karena kantin sekolah tetap tidak diperkenankan buka.

Selain itu para orangtua sudah sangat berharap dilakukannya PTM. Soalnya mereka sudah mulai kesulitan mendamping anaknya melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Kebijakan pemerintah pusat yang berubah-ubah secara drastis bak roller coaster ini juga membingungkan para pejabat di Kalsel.

Memang penetapan level oleh pemerintah pusat terkadang berbeda dengan hitung-hitung pemerintah daerah. Pemko Banjarmasin jauh-jauh hari menyatakan kota ini sudah berada di level 3.

Makanya saat pemerintah pusat menyatakan Banjarmasin tak lagi berada di level 4 pada pekan lalu, pemerintah kota tidak terkejut. Ini karena jumlah penularan dan keterisian ranjang Covid-19 rumah sakit menurun.

Namun memang harus diakui persentase vaksinasi di Kalsel masih rendah. Ini karena vaksin yang dikirim pemerintah pusat juga tidak memenuhi target.

Apa yang dilakukan pemerintah pusat adalah untuk mengatasi Covid-19. Kendati demikian, pemerintah juga semestinya tidak membuat kebijakan naik turun dan berbelok yang drastis. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved