HSU Mantap

Pemerintah Kabupaten HSU Terus Turunkan Angka Pernikahan Dini

Wakil Bupati Husairi Abdi membuka dan memimpin rapat koordinasi upaya pencegahan pernikahan dini di Kantor DP3A di Amuntai, Kabupaten HSU, Kalsel.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
PEMKAB HSU
Wakil Bupati H Husairi Abdi memimpin Rapat Koordinasi Pencegahan Perkawinan Anak Usia Dini di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (21/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel), terus berupaya untuk menurunkan angka Pernikahan Dini.

Wakil Bupati HSU Husairi Abdi, mengatakan, pemberian edukasi pada masyarakat dapat fokus membantu mencegah terjadinya pernikahan dini kepada seorang anak.

"Sebelum melarang, kita berikan edukasi atau sosialiasi tentang pentingnya pencegahan pernikahan anak usia dini. Adapun bagi yang sudah melakukan pernikahan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan dalam penanganannya." ucap Wakil Bupati Husairi saat menghadiri Rapat Koordinasi Pencegahan Perkawinan Anak Usia Dini di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) di Amuntai, Kalsel, Selasa (21/9/2021).

Dia juga meminta kepada  seluruh Dinas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait dalam rapat koodinasi ini untuk memberikan kontribusi sesuai tupoksi masing-masing dalam pencegahan perkawinan anak usia dini.

Wakil Bupati H Husairi Abdi memberi arahan dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Perkawinan Anak Usia Dini di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (21/9/2021).
Wakil Bupati H Husairi Abdi memberi arahan dalam Rapat Koordinasi Pencegahan Perkawinan Anak Usia Dini di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (21/9/2021). (PEMKAB HSU)

"Contoh, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) bisa memberitahu kepada seluruh kepala desa untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakatnya tentang pentingnya mencegah perkawinan anak usia dini, serta dampak (kesehatan) apabila melakukan pernikahan usia dini." imbuh Wakil Bupati HSU Husairi Abdi.

Ditambahkan Kepala DP3A HSU, Hj Gusti Iskandariah, berdasarkan data yang dihimpun, perkawinan usia anak  di Kabupaten HSU dari 2019 sampai sekarang sudah mulai mengalami penurunan signifikan.

Hal itu berdasarkan di tahun 2019 DP3A HSU melakukan perjanjian penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) dengan Kementrian Agama HSU dan Kantor Urusan Agama (KUA), mengenai pencegehan perkawinan usia anak.

Walaupun demikian, di awal tahun 2019 sempat mengalami lonjakan kenaikan pernikahan anak usia dini. Setelah ada penandatanganan MoU di pertengahan tahun mulai terjadi grafik penurunan.

Peserta Rapat Koordinasi Pencegahan Perkawinan Anak Usia Dini yang juga dihadiri Wakil Bupati H Husairi Abdi, di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (21/9/2021).
Peserta Rapat Koordinasi Pencegahan Perkawinan Anak Usia Dini yang juga dihadiri Wakil Bupati H Husairi Abdi, di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (21/9/2021). (PEMKAB HSU)

"Dari data kami, untuk tahun 2020 ada 26 pernikahan (usia dini), sementara di tahun 2019 ada 227 pernikahan." kata Gusti.

Menurutnya, peran pencegahan pernikahan anak usia dini bukan hanya terfokus di DPPPA saja namun menjadi peran pemerintah daerah. (Aol/*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved