Breaking News:

Kampusiana

Tanya Beasiswa, Mahasiswi di Banjarmasin Ini Diperlakukan Tak Pantas Oleh Staf Kemahasiswaan

Seorang mahasiswa Uniska MAB Banjarmasin mengaku mendapatkan perlakuan tak pantas saat bermaksud mengurus beasiswa

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
KOMPAS.COM/ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA
Ilustrasi-Warga membubuhkan tanda tangan saat aksi Menolak Kekerasan Terhadap Perempuan di Solo, Jawa Tengah, Minggu (9/12/2018). Aksi tersebut untuk mendorong Pemerintah serta DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) karena akan memberikan perlindungan terhadap perempuan dan mengurangi angka kekerasan seksual. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mahasiswi semester ganjil di sebuah universitas swasta di Banjarmasin mengaku mendapatkan perlakuan tidak pantas oleh oknum staf kemahasiswaan.

Mahasiswi diketahui berinisial MRA itu, mengaku kejadian tersebut dia alami beberapa waktu lalu, saat ia berniat ingin mengurus beasiswa.

Diceritakannya, awal mula ia menghubungi pelaku, melalui nomor kontak yang didapatnya melalui instagram kemahasiswaan di kampusnya.

Untuk menanyakan sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi, untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

Baca juga: Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Awasi Pemilu, Bawaslu Kalsel  MoU Bersama FH Uniska MAB

Baca juga: BTalk, Ekonomi Syariah di Masa Pandemi Menurut Akademisi Uniska MAB Kalsel

"Karena belum tahu apa saja persyarataanya, jadi saya coba-coba tanya lewat nomor WA," katanya. Rabu (22/9/2021).

Lanjut MRA bercerita, ia pun sempat mengurungkan niatnya untuk mendapatkan beasiswa tersebut, sebab pertanyaan yang lontarkan selalu di jawab beberapa hari setelahnya.

"Responnya lambat, pesan saya tiga hari baru dibalas, terus tanya lagi, tiga hari lagi dibalas, lalu saya berpikir untuk tidak jadi ngurus beasiswa," ungkapnya.

Kemudian sekira dua bulan berselang, tepatnya awal September lalu, nomor yang dihubungi MRA tadi, kembali menghubunginya.

Ketika itu ujar MRA, ia diberitahu kalau beasiswa hanya diperuntukkan bagi mahasiswa baru.

"Ketika tahu tidak bisa mendapatkan beasiswa saya tidak lagi membalas pesan di WA itu," ujarnya

Berselang lima hari kemudian MRA kembali dihubungi nomor tersebut, saat itu ia diiming-imingi bisa mendapatkan beasiswa, tanpa harus melengkapi sejumlah berkas.

Baca juga: Beredar Video Seseorang Membakar Jas Almameter, Mahasiswa UNISKA MAB Heboh

Namun di pesan itu MRA mengaku diminta untuk mau jalan dengannya, langsung saja di tolak MRA dengan alasan ia sudah bertunangan.

Tidak hanya sampai di situ, chat pun terus berlanjut, hingga akhirnya MRA diminta untuk berciuman.

"Saat itu sudah tidak saya balas lagi, karena menurut saya pesan itu keluar dari pembahasan soal beasiswa," ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved