Breaking News:

Tajuk

Demi Seremoni

Kepala BBPJN XI Banjarmasin menegaskan bahwa dibukanya jembatan Alalak karena belum adanya jadwal peresmian

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - Di tengah viralnya motor gede (moge) yang melewati jembatan Alalak 1 atau jembatan Sungai Alalak Baru yang belum dibuka untuk umum, muncul desakan dari sejumlah pihak agar jembatan penghubung Banjarmasin-Baritokuala (Batola) ini segera dibuka.

Sebagaimana disuarakan Ketua DPRD Kalsel H Supian HK yang meminta agar jembatan Alalak baru bisa segera dibuka untuk masyarakat umum. Menurutnya jembatan Alalak sudah rampung pengerjaannya, sehingga seharusnya bisa digunakan oleh masyarakat.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lambung Mangkurat, Ahmad Rinaldi pun menyatakan desakan serupa. Ketimbang menunggu peresmian dari presiden Joko Widodo yang dijadwalkan November mendatang, ia berharap jembatan tersebut sudah bisa dibuka untuk umum dalam waktu dekat.

Belum lagi suara dari warga dan sopir truk yang selama ini terjebak macet dan harus melewati jalur memutar melalui Jalan Gubernur Syarkawi.

Namun, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin Sauqi Kamal menegaskan bahwa belum dibukanya jembatan karena belum adanya jadwal peresmian.

Nah, pertanyaannya kemudian, apakah penggunaan jembatan harus linear dengan peresmian? Artinya, jembatan baru boleh digunakan setelah diresmikan. Entah kapan jadwal seremoni peresmian tersebut.

Padahal bila menurut sejumlah proyek strategis nasional (PSN) yang berhasil dirampungkan selama masa pandemi ini, ternyata tak semuanya harus menunggu peresmian untuk bisa dimanfaatkan masyarakat.

Lihat saja Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, DIY yang mulai beroperasi pada Minggu 29 Maret 2020. Bandara pengganti Adisutjipto tersebut sudah digunakan enam bulan sebelum diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 28 Agustus 2020. Jadi bandara mulai sudah digunakan tanpa menunggu peresmian.

Atau bila hambatan terkait waktu dan jadwal Presiden, bisa saja peresmian secara virtual (jarak jauh), tanpa harus menunggu kepastian jadwal lowong presiden untuk hadir ke Kalsel. Sebagaimana Jalan Tol Pekanbaru-Kandis-Dumai (Tol Permai) yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo per 25 September 2020 lalu.

Kini, tinggal para pengambil kebijakan di Kalsel untuk mengambil sikap, sekaligus berkoordinasi dengan pusat. Apakah harus menunggu sebuah seremoni untuk menandai jembatan tersebut di tengah berbagai kontroversi dan rakyat yang dua tahun terjebak macet. Atau secepatnya mengoperasikan, demi kelancaran tranportasi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved