Breaking News:

OTT KPK di HSU

OTT KPK di HSU - Bupati Abdul Wahid, Pejabat, Staf Diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi

OTT KPK di HSU. Bupati Abdul Wahid, pejabat Dinas PUPRP, staf, pengusaha diperiksa tim Komisi Pemberantasan Korupsi di BPKP Kalsel, Banjarbaru.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
PEMKAB HSU
Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), Drs H Abdul Wahid HK, MM, MSi, saat membuka rembuk stunting di Mess Negara Dipa, Kota Amuntai, Selasa (10/8/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, ANJARBARU - OTT KPK di HSU. Tim Komisi Pemberantasan Korupsi melanjutkan kegiatannya di Provinsi Kalimantan Selatan. 

Itu setelah mereka melakukan operasi tangkap tangan di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel, terhadap Plt Kadis PUPR Kabupaten HSU dan kontraktor, saat Rabu (15/9/2012).

Dalam perkembangan, tim pinjamnya di Gedung BPKP Kalsel di Kota Banjarbaru, saat Kamis  (23/9), untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang.

Dan pemeriksaan terus berlanjut hingga hari kedua, Jumat (24/9/2021), terkait pengadaan barang dan jasa yang menjadi kasus dengan tersangka yang telah ditetapkan, yaitu MRH dan kawan-kawan.

Berdasarkan informasi terhimpun, ada 11 orang yang dipanggil tim KPK ke gedung BPKP Kalsel.

Baca juga: OTT KPK di HSU - Berlanjut, Sekda Kabupaten HSU dan Pengusaha Diperiksa Tim di BPKP Kalsel

Baca juga: Kirim Surat Lewat Gapensi, KPK Panggil Sepuluh Pengusaha HSU

Berdasarkan keterangan dari KPK dilansir dari Tribunnews tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Abdul Wahid pada hari ini.

Bupati dan lainnya akan dimintai keterangan sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa tahun 2021-2022, dengan tersangka Marhaini (MRH) dari pihak swasta dan lainnya.

Berikut daftar saksi yang diperiksa KPK hari ini, Bupati Abdul Wahid, kemudian Ir Nofi Yanti, ST, MT, staf pada Bidang Rehabilitas/Pemeliharaan Pengairan Dinas PUPRP HSU/PPTK Bidang Rehabilitas/Pemeliharaan Pengairan.

Selanjutnya, Marhaidi kontraktor Wakil Direktur CV Hanamas, H Sapuani alias Haji Ulup pemilik CV Lovita, Kamariah CV Agung Perkasa, H Halim CV Alabaio, Iping seorang PNS mantan ajudan Bupati.

Kemudian, Hadi kontraktor, Syaifullah Kabag Pembangunan 2019, Asoi dari PT Karya Anisa Gemilang dan Wahyu Tunjung dari PT Haidasari.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang sebesar Rp 250 juta terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara pada Selasa (22/09/2021).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang sebesar Rp 250 juta terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara pada Selasa (22/09/2021). (KOMPAS.com / IRFAN KAMIL)
Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved