Breaking News:

Berita Tapin

Pengurus Gelas Budaya Bahas Pelestarian Seni di DPRD Kabupaten Tapin

Aturan yang mengkhususkan pada identitas Kabupaten Tapin sebagai induk pegiat kesenian dan kebudayaan disampaikan Gelas Budaya kepada anggota DPRD.

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/STANISLAUS SENE
Pengurus Gelas Budaya saat menyampaikan aspirasi kepada anggota anggota dewan di Gedung DPRD, Kota Rantau, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (24/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Gerakan Lestari Seni (Gelas) Budaya Kabupaten Tapin menyampaikan aspirasi tentang perda yang berdampak kepada kelestarian seni budaya ke anggota DPRD, Jumat (24/09/2021).

Kedatangan pengurus Gelas Budaya Tapin ini diterima Ketua Komisi II, Wahyu Nugroho Ranoro, bersama anggota di gedung DPRD di kota rantau, Kabupaten Tapin,  Kalimantan Selatan, Jumat (24/9/2021).

Ketua Gelas Budaya Tapin, M Rizkan Fadhiil, mengatakan, agenda utama pertemuan dengan dewan adalah menyampaikan aspirasi agar dilahirkannya turunan dari Perda Provinsi Kalsel Nomor 4 Tahun 2017 tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal.

"Perda itu yang mengkhususkan pada identitas Kabupaten Tapin sebagai induk pegiat kesenian dan kebudayaan,  seperti Kabupaten Banyuwangi yang mempunyai Perda Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pelestarian Warisan Budaya dan Adat Istiadat di Banyuwangi," urainya.

Baca juga: Tim PPKM Bungur Kabupaten Tapin Patroli ke Desa, Imbau Warga Tetap Terapkan Prokes

Baca juga: Ratusan Paket Hygiene Kit Disalurkan PMI Kabupaten Tapin ke Panti Asuhan

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Tapin, Ihwanudin Husen, mengakui, produk perda yang melangkah ke arah pelestarian kesenian dan budaya daerah itu masih belum ada. 

Pada 2018, lanjutnya, pernah diajukan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (RIPPARKAB) dan Ranperda terkait pelestarian dan pengembangan budaya. Namun semuanya gagal. 

"2018-2019 gugur semuanya atau gagal total. Saat itu kami ke Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel, ternyata Kabupaten Tapin tidak termasuk dalam rencana induk pengembangan wisata provinsi," jelasnya.

Ia mengatakan, hingga saat ini produk perda yang mengarah ke pelestarian kesenian kebudayaan berbasis pariwisata itu masih terus diperjuangkan. 

Baca juga: Ngebuburit Sambil Menunggu Puasa, Muda-Mudi di Tapin Gelar Musik Tradisional

"Berkaitan tentang perda itu, kami tindaklanjuti lagi. Nanti kami adakan audiensi lagi dengan Gelas Budaya Tapin untuk hadir uji publik Perda. Kemudian, segera kami ke Dinas Pariwisata Provinsi Kalsel," ujarnya.

Aspirasi lain yang turut disampaikan Gelas Budaya Tapin di antaranya agar dimuatnya bahan pembelajaran di lembaga pendidikan mengenai kesenian dan kebudayaan daerah tersendiri, sebagai perkuatannya dasar dalam perkembangan ke depan.

(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus Sene)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved