Breaking News:

Berita Banjarbaru

Permohonan Pembuatan Akta Kematian Meningkat, Begini Penjelasan Disdukcapil Banjarbaru

Disdukcapil Kota Banjarbaru mencatat peningkatan permohonan pembuatan akta kematian periode Januari-Agustus 2021

Penulis: Siti Bulkis | Editor: Hari Widodo
Zaini untuk BPost
Ilustrasi-Pasien meninggal di Rs Idaman saat di salatkan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarbaru mencatat peningkatan permohonan pembuatan akta kematian, Jumat (24/9/2021). 

Dipaparkan Kepala Disdukcapil  Banjarbaru, Dra Sri Fatma Karmila, MM melalui Plt Kasi Kelahiran dan Kematian Disdukcapil, Wahyudi Nugroho, sepanjang Januari hingga Agustus 2021 permohonan pembuatan akta kematian mencapai 1330 pemohon. 

Jumlah tersebut lebih meningkat dibandingkan 2019 yang hanya 1.342 laporan pemohon dan  1.138 di 2020. 

"Rata-rata pemohon akta kematian dalam perbulannya seratus lebih," kata Wahyu.

Baca juga: Pendokumentasian Akta Kematian di Kabupaten Hulu Sungai Selatan Tertinggi di Kalsel

Baca juga: Kasus Covid-19 di Dunia 22 September 2021, Kematian Harian Indonesia Peringkat 11

Dan peningkatan signifikan terjadi di bulan Agustus 2021 yaitu 336 yang melaporkan sekaligus membuat akta kematian. 

Namun, jumlah tersebut menurutnya tidak mesti semua dari laporan masyarakat yang meninggal dunia di bulan Agustus. 

"Ada yang bulan sebelumnya dan baru melapor dikarenakan memerlukan akta kematian untuk suatu keperluan," jelasnya. 

Lebih lanjut, Wahyu menyebut, meningkatnya pelaporan dan permohonan pembuatan akta kematian dikarenakan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya melaporkan data kematian anggota keluarga agar tidak disalah gunakan.

Selain itu, dengan adanya akta kematian menjadi bukti hukum atau legalitas bahwa seseorang benar-benar meninggal dunia, dan mendapat pengakuan negara dengan diterbitkannya dokumen kependudukan berupa akta kematian. 

Dengan dokumen akta kematian bila almarhum memiliki aset, maka akan memudahkan dalam pembagian harta waris. Dan bisa digunakan untuk keperluan  mengurus klaim asuransi, dana Taspen, dana pensiun dan lainnya.

Selain itu, bagi negara, pencatatan kematian penduduk yang akurat akan membantu memberikan bantuan sosial dan subsidi lebih tepat.

Sementara untuk akta kelahiran hingga Agustus 2021 tercatat ada 4.356 dan masih ada kemungkinan akan bertambah. 

Baca juga: Kasus Kematian Pasien Covid-19 di Banjarbaru Masih Tinggi, Hari ini 4 Orang Meninggal

"Untuk laporan permohonan pembuatan akta kelahiran dari 2019 ada 5.906 dan 2020 menurun menjadi 5.886," ungkapnya. 

Sama dengan akta kematian, akta kelahiran juga penting dimiliki sebagai bukti sah status dan peristiwa kelahiran seseorang yang dikeluarkan Disdukcapil. 

Akta kelahiran juga kerap digunakan sebagai persyaratan masuk sekolah anak-anak. (Banjarmasinpost.co.id/Siti Bulkis)
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved