Berita Kotabaru

VIDEO Lihat Pengolahan Limbah, Begini Kecurigaan Pendemo PT SDO Kotabaru

Tiga perwakilan dari puluhan orang pengunjukrasa berhasil masuk ke area pabrik PT Sime Darby Oils (SDO) Pulaulaut Refinery.

Penulis: Herliansyah | Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Tiga perwakilan dari puluhan orang pengunjukrasa berhasil masuk ke area pabrik PT Sime Darby Oils (SDO) Pulaulaut Refinery.

Perwakilan pengunjukrasa dari Aliansi Aktivis dan LSM masuk untuk memastikan kecurigaan mereka terkait air limbah dialirkan ke laut.

Dua koordinator lapangan dan seorang perwakilan nelayan berhasil masuk setelah negosiasi Kapolsek Pulaulaut Utara Iptu Yacob Sihasale ke manajemen perusahaan produsen minyak goreng tersebut.

Didampingi rekannya Ardiansyah, Korlap pengunjukrasa Muhammad Akbar usai peninjauan lokasi, mengatakan hasil akhir limbah dibuang ke laut.

Meski dijelaskan pihak PT SDO, limbah hasil akhirnya dibuang ke laut tersebut sudah standar mutu melalui proses-proses.

"Berarti jelas dugaan kami bahwasanya limbah dibuang ke laut. Makanya ada efek yang masih terjadi pencemaran lingkungan terutama dalam kawasan lautan," ujar Akbar.

Itulah yang merugikan masyarakat nelayan kecil, terutama nelayan yang beroperasi di wilayah pesisir sekitar SDO.

Ditegaskan Akbar, langkah selanjutnya dari aliansi nelayan dan LSM tetap melakukan pengawasan, bisa jadi lanjut Akbar, hari ini (kemarin) standar mutu yang dikeluarkan dan jernih airnya.

"Tapi ketika kami tidak di sini (melakukan aksi), tidak ada proses penyaringan lagi. Ini yang kita khawatirkan," pungkasnya.

Perwakilan manajemen perusahaan, Irfan Syafruddin ditemui di lokasi mengatakan, semua air limbah yang ada di sekitaran pabrik refinery, inti semua akan ditampung WTP atau tempat pengumpulan limbah-limbah di perusahaan.

Baru diolah di WTP hingga menghasilkan air yang sesuai baku mutu. Selain di WTP ditambahkan beberapa cimikel-cimikel yang fungsikan memisahkan air dan minyak.

Kemudian masuk ke MBBR. Di MBBR, terang dia, akan ada bakteri lalu diolahkan lagi dengan menggunakan bakteri hingga menghasilkan air yang sesuai baku mutu.

"Jika airnya sesuai baku mutu barulah dirilis ke lingkungan. Yang paling pas air yang dikeluarkan sesuai kualitas baku mutu yang ditetapkan pemerintah," pungkas Irfan.

Sementara itu, pihak DLH Kotabaru Nasrullah mengatakan, sesuai ketententuan limbah di perusahaan diolah hingga sesuai standar baku mutu.

Jika sudah sesuai standar baku mutu, air boleh dibuang menggunakan media lain. Misal laut dan sebagainya.

Terpisah Kapolsek Pulaulaut Utara Iptu Yacob Sihasale, menyambut positif aksi unjukrasa dilakukan aliansi nelayan dan LSM di Kotabaru dan berlangsung lancar dan kondusif.

Sesuai tuntutan dan pengecekan disampaikan pengunjukrasa, jelas Yacob, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait dugaan pencemaran. (banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved