Breaking News:

Berita Banjarmasin

Nelayan Kalsel Diminta Aktif Laporkan Kegiatan Kapal Penangkapan Ikan

Nelayan dan nahkoda diminta memahami kewajiban pelaporan kegiatan perikanan dan operasional harian kapal penangkap ikan melalui logbook penangkapan ik

Penulis: Milna Sari | Editor: Edi Nugroho
Humas DPRD Kalsel
Pertemuan dengan nahkoda dan nelayan dengan DPRD Kalsel. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Nelayan dan nahkoda diminta memahami kewajiban pelaporan kegiatan perikanan dan operasional harian kapal penangkap ikan melalui logbook penangkapan ikan.

Selama ini ungkap Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi Sabtu (25/9/2021) masih ada nahkoda dan nelayan yang tak melaporkan logbook penangkapannya.

Padahal melalui logbook dapat ditemukan kendala-kendala yang dihadapi para nelayan ketika melaut dapat dideteksi lebih awal agar bisa segera dicarikan solusinya.

Oleh karena itu diharapnya para nelayan dapat memahami bahwa Pemprov benar-benar memperhatikan pencatatan hasil tangkap ikan ini sebagai bahan evaluasi terhadap hal-hal yang dianggap perlu.

Baca juga: Atasi Dampak Pandemi, Ratusan Nelayan Kotabaru dan Tanbu Dibantu Alat Tangkap Ramah Lingkungan

Baca juga: Rumah Kreatif Isna Alib Banjarbaru Latih Nelayan jadi Wirausaha Mandiri Produksi Olahan Ikan

Baca juga: VIDEO Dugaan Pencemaran Limbah Perusahaan, Nelayan Kotabaru Kembali Demo PT SDO

"Kita juga menginginkan kendala para nelayan dapat terdeteksi secara awal, misalnya ketika hasil tangkapnya mengalami penurunan, apakah disebabkan alat tangkapnya yang kurang atau wilayah tersebut tidak lagi memiliki banyak ikan untuk ditangkap. Sehingga keberlangsungan ekosistem di laut benar-benar terjaga dan berkesinambungan," tambahnya.

Ia yang sebelumnya mengisi Temu Koordinasi Penerapan Logbook Penangkapan Ikan yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalsel di di Pelabuhan Perikanan Kotabaru Jalan Raya Stagen Desa Stagen Kecamatan Pulau Laut Utara meminta agar

Yani Helmi yang sebelumnya menjadi salah satu narasumber dalam di Pelabuhan Perikanan Kotabaru Jalan Raya Stagen Desa Stagen Kecamatan Pulau Laut Utara meminta agar kegiatan pemahaman kepada nahkoda dan nelayan terkait logbook tidak hanya bagi nelayan di Kotabaru tetapi di seluruh wilayah di Kalsel yang ada potensi perairan dan kelautannya seperti di Tanah Bumbu, Tanah Laut, Kabupaten Banjar dan ujung wilayah Kabupaten Barito Kuala.

Dengan penerapan log book ini maka data sumber daya ikan yang dihasilkan di Kalsel bisa lebih akurat.

Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel Rusdi Hartono yang juga menjadi Nara sumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan para nelayan dalam mengisi logbook penangkapan ikan. Mengingat hal ini sangat penting sehingga produksi tangkapan ikan di Kalsel dapat tercatat dengan baik dan untuk merumuskan kebijakan selanjutnya.

"Kita tidak akan keluarkan Surat Persetujuan Berlayar kalau tidak ada logbooknya," tegasnya.

Saat ini jelasnya tercatat ada 28 unit kapal menggunakan elektronik log book penangkapan ikan.

"Saat ini Kotabaru yang terbanyak diantara beberapa pelabuhan perikanan di Kalsel karena di sini memiliki banyak kapal penangkap ikan," katanya.

Rusdi menambahkan rata-rata para nelayan sudah bisa menggunakan E-logbook. Tinggal pelaporannya yang harus terus ditingkatkan karena data ini tidak hanya di Pemprov tetapi juga ke Kementerian secara online.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna sari).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved