Breaking News:

Berita Batola

Usai Tingkat Provinsi, SMKN 1 Marabahan Berhasrat Rengkuh Adiwiyata Nasional

Setelah berhasil menyabet gelar Adiwiyata tingkat Provinsi Kalimantan Selatan pada 2018 lalu, SMKN 1 Marabahan berupaya capai prestasi di tingkat nasi

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri
Sejumlah siswa SMKN 1 Marabahan yang dibentuk menjadi kader lingkungan hidup usai menggelar aksi peduli lingkungan. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO, ID, MARABAHAN - Setelah berhasil menyabet gelar Adiwiyata tingkat Provinsi Kalimantan Selatan pada 2018 lalu, SMKN 1 Marabahan berupaya capai prestasi di tingkat nasional tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh Wahidatul Musqa, Ketua TIM Adiwiyata SMKN 1 Marabahan, bahwa saat ini mereka menyiapkan sejumlah persyaratan untuk memenuhi klasifikasi ajang bergengsi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Yakni sekolah yang menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup (PRLH).

"Upaya penerapan PRLH ini kita laksanakan melalui kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler yang melibatkan semua warga sekolah dan sekitarnya," terang Musqa. Sabtu (25/92/2021).

Terkait persiapan itu, pihaknya telah memiliki sejumlah program seperti Kegiatan kebersihan, penghijauan, pengelolaan sampah melalui bank sampah sekolah, konservasi air dan energi, serta inovasi PRLH lainnya.

Guna mensukseskan beberapa program tersebut, pihak sekolah juga telah membentuk ratusan kader Adiwiyata termasuk duta lingkungan.

"Duta lingkungan inilah yang menjadi garda terdepan dalam sosialisasi dan promosi Gerakan PBLHS di sekolah kami," ucap Musqa.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Marabahan, Hormuzi mengatakan, penerapan perilaku PRLH tidak hanya semata gelar, namun akan dijadikan budaya di sekolahnya.

"Tujuan dari gerakan PBLHS ini tidak hanya penghargaan Adiwiyata, tapi pada pembudayaan perilaku ramah lingkungan hidup, agar bisa dipahami dan dilaksanakan semua warga sekolah, sehingga bisa memberi dampak positif pada perbaikan lingkungan hidup di sekolah dan sekitar sekolah," tegas Hormuzi.

Hal ini juga berkenaan dengan siswa SMKN 1 Marabahan yang banyak berasal dari beberapa kecamatan di Barito Kuala, yang mana bisa menjadi sarana efektif untuk perluasan pemahaman di lingkungannya.

Hormuzi juga menambahkan, agar tujuan utama Gerakan PBLHS ini tercapai, pihaknya tidak sekedar pelaksana namun mengevaluasi secara terjadwal dengan melibatkan warga sekolah, komite sekolah, serta tokoh masyarakat. (Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved