Breaking News:

Ziarah ke Makam Guru Zuhdi

Wisata Religi Kalsel, Peziarah di Makam Guru Zuhdi Dipisah Antara Laki-Laki dan Perempuan

Wisata Religi Kalsel. Suasana di sekitar area Makam KH Ahmad Zuhdiannoor atau Guru Zuhdi, terpisah antara peziarah laki-laki dan perempuan.

Penulis: Aprianto | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/APRIANTO
Wisata Religi Kalsel. Suasana di sekitar area Makam KH Ahmad Zuhdiannoor atau Guru Zuhdi di kawasan Masjid Jami Sungai Jingah, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Wisata Religi Kalsel. Ziarah di Makam Guru Zuhdi, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, ada aturan lain yang harus ditaati peziarah.

Ketika masuk, selain penerapan protokol kesehatan atau prokes, juga pemisahan antara laki-laki dan perempuan. Meskipun, masih dalam satu ruangan.

Makam Guru Zuhdi atau KH Ahmad Zuhdiannoor di Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin, cukup luas.

Peziarah laki-laki dan perempuan dipisahkan oleh pembatas berupa pagar kain di tengah ruangan makam.

Baca juga: Wisata Religi Kalsel, Peziarah di Makam Guru Zuhdi Banjarmasin Wajib Pakai Masker

Baca juga: Wisata Religi Kalsel, Petunjuk Arah Jelas Bagi Peziarah Makam Guru Zuhdi di Banjarmasin

Baca juga: Wisata Religi Kalsel, Ziarah ke Makam Guru Zuhdi di Kota Banjarmasin

Jalan masuk juga dibedakan, sehingga antara peziarah laki laki dan perempuan tidak berkumpul jadi satu.

"Setelah melewati petugas yang memeriksa apakah kita pakai masker atau tidak dan periksa suhu tubuh, peziarah laki laki dan perempuan harus berpisah sesuai jalurnya masing-masing," kata Maulana, seorang peziarah, Sabtu (25/9/2021).

Di area makam, dikatakan peziarah dari Gambut Kabupaten Banjar tersebut, sudah ada buku Yasin dan buku doa-doa yang disiapkan pengelola.

Tempat wudu dan toilet juga tersedia di sudut lain di kawsasan ini.

(Banjarmasinpost/Rian)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved