Hukum Mewarnai Rambut

Hukum Mewarnai Rambut Menurut 4 Mazhab, Haram Bila Menyerupai Suatu Kaum

Ada empat mazhab bisa dijadikan pegangan mengenai hukum mewarnai rambut.Mewarnai rambut kini makin tren mulai anak-anak, oewasa hingga orang tua

Penulis: Mariana | Editor: M.Risman Noor
shutterstock
Ilustrasi mewarnai rambut di salon 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berbagai pendapat berbeda didapat dari hukum mewarnai rambut bagi umat muslim.

Ada empat mazhab bisa dijadikan pegangan mengenai hukum mewarnai rambut.

Mewarnai rambut kini makin tren mulai anak-anak, orang dewasa hingga orang tua.

Mewarnai rambut kerap dijadikan sebagai penunjang penampilan.

Ada pula yang menjadikan mewarnai rambut menjadi sumber penghasilan.

Baca juga: Tata Cara Shalat Tahajud Dilengkapi Bacaan Niat dalam Bahasa Arab, Latin, dan Terjemahan

Baca juga: Keutamaan Shalat Israq, Ibadah Sunah Senilai Ibadah Umrah dan Haji

Atau alasan umum adalah menutupi rambut yang berubah menjadi uban dengan berbagai warna, bisa hitam dan warna lainnya.

Ilustrasi rambut yang diwarnai di salon.
Ilustrasi rambut yang diwarnai di salon. (dok HVAR Salon/kompas.com)

Hukum Mewarnai Rambut dengan Warna Selain Hitam

Berbeda halnya dengan hukum mewarnai menggunakan warna hitam, hukum menggunakan cat rambut berwarna selain hitam diperbolehkan.

Pendapat dari 4 madzhab yaitu Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali sepakat membolehkan mewarnai rambut dengan warna selain hitam yaitu coklat atau merah dengan bahan inai, pacar ataupun bahan lainnya.

Bahkan madzhab Syafi’i mengatakan sunnah mewarnai uban dengan warna merah ataupun kuning.

Suatu hari ada seseorang bertanya kepada Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin, orang tersebut menanyakan apakah boleh wanita mewarnai rambut yang tadinya berwarna hitam menjadi warna bukan hitam contohnya warna merah.

Baca juga: Tata Cara Membaca Doa Qunut, Makmum Dianjurkan Mengaminkan Bacaan Imam

Kemudian Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin pun menjawab bahwa mewarnai rambut selain warna hitam itu dibangun berdasarkan kaedah penting. Kaedah tersebut meliputi hukum asal segala halal dan mubah.

Kaedah asal tersebut perlu diperhatikan. Ada 3 jenis yang perlu diperhatikan yaitu warna yang diperintahkan yaitu warna hinaa’ selain itu dilarang menggunakan warna hitam dan terakhir warna yang tidak disebutkan haram maka hukum nya adalah halal.

Dengan begitu hukum mewarnai rambut bagi wanita selain warna hitam diperbolehkan.

rambut
rambut (istimewa)
Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved