Breaking News:

Berita Tala

Kreatif, Warga Tabanio Bikin Produk Olahan Amplang Ikan Tenggiri Campur Daun Kelor

Kreatif, Kelompok Sari Laut 2 di Tabanio, Kabupaten Tanahlaut membuat terobosan olahan pangan.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Edi Nugroho
Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Suasana pelatihan pembuatan amplang ikan tenggiri dengan inovasi penambahan daun kelor. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARMASIN- Kreatif, Kelompok Sari Laut 2 di Tabanio, Kabupaten Tanahlaut membuat terobosan olahan pangan.

Di rumah Ketua Kelompok Sari Laut 2, Minggu (25/9/2021) dilaksanakan penyuluhan tentang manfaat daun kelor dan pelatihan pembuatan amplang ikan tenggiri dengan inovasi penambahan daun kelor.

Bermula dari permasalahan hasil tangkapan yang melimpah berupa berbagai jenis udang, ikan pelagis seperti tenggiri, menangin dan telang pada musim Tenggara di Desa Tabanio yang menyebabkan penurunan harga penjualan.

Hal ini memaksa nelayan dan istrinya sebagai pengolah hasil perikanan cenderung untuk tidak menjual semua ikan hasil tangkapan, tetapi mengolahnya guna memperoleh harga yang lebih tinggi.

Baca juga: Jahe dan Amplang Produksi WBP Lapas Perempuan Martapura Laris dan Jadi Favorit Pembeli Pasar Murah

Baca juga: Masih Terdampak Covid-19, Produksi Amplang Haruan Banjarmasin Kini Hanya Dua Kali Seminggu

Baca juga: VIDEO Dampak Covid-19, Pembuat Amplang di Kabupaten Kotabaru Ini Kurangi Karyawan

“Kalau ikan banyak naik pak, harga ikan murah. Jadi kami rugi kalau jual, mendingan kami olah supaya kami bisa tetap untung, Biasanya kami olah jadi ikan kering, kerupuk dan amplang pak. Bahkan amplang sudah jadi oleh-oleh kalau ada tamu yang datang “ kata Marlina, seorang perempuan pesisir yang menjadi peserta.

Suasana pelatihan pembuatan amplang ikan tenggiri dengan inovasi penambahan daun kelor.
Suasana pelatihan pembuatan amplang ikan tenggiri dengan inovasi penambahan daun kelor. (Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

Amplang merupakan sejenis kerupuk yang selama ini dikenal sebagai cemilan khas dari Kalimantan.

Awalnya, bahan dasar amplang adalah ikan belida atau ikan pipih (nama lokal Banjar) yang dicampur dengan tepung tapioka, bawang putih, telur, minyak nabati dan bumbu-bumbu lainnya. Amplang memiliki rasa yang gurih, enak dan sangat istimewa.

Namun, langkanya ikan pipih dan statusnya yang dilindungi membuat pengolah amplang beralih ke ikan tenggiri yang lebih mudah didapat.

Selain mudah didapat, ikan tenggiri juga dikenal memiliki protein dan kandungan asam aminonya yang mudah dicerna oleh tubuh.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved