Breaking News:

Selebrita

Kelahiran Baby Aurel Disambut Keluarga Atta Halilintar, Kecantikan sang Bayi Tuai Pujian

Keluarga Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah sedang berbahagia menyambut kelahiran Baby Aurel. Menantu Krisdayanti dan Anang Hermansyah ungkap fakta.

Penulis: Kristin Juli Saputri | Editor: Murhan
YouTube AH
Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar sambut kelahiran Baby Aurel 

Maksud dari hadis di atas adalah Nabi Muhammad SAW memberikan nama anak segera setelah ia dilahirkan ke dunia.

Beberapa pendapat lain mengatakan jika waktu yang baik untuk memberikan nama kepada anak adalah segera setelah lahir sampai hari ketiga dan di hari ketujuh bayi setelah dilahirkan.

2. Memberikan nama yang baik kepada anak

Nama menjadi doa dan harapan kelak ketika bayi tersebut dewasa. Oleh karenanya penting sekali memberikan nama dengan makan dan arti yang baik kepada seorang anak.

Mama dan Papa bisa mengambil kata dari Al-Quran yang memiliki makna sesuai dengan harapan yang ingin dicapai anak tersebut.

3. Tidak menggunakan nama yang dibenci Allah SWT

Selanjutnya yakni jangan memilih nama anak dari nama-nama yang dibenci oleh Allah SWT. Nama tersebut misalnya berdasarkan nama para dewa, matahari, berhala dan nama yang memuja sesuatu.

Selain itu, memberikan nama anak yang bisa membuat perselisihan antar saudara juga makruh hukumnya. Maksudnya, yakni nama tersebut berpotensi menjadi olok-olokan bagi anak ke depannya.

Seperti disebutkan dalam QS. Al-A'raf:180 yang artinya: "Dan bagi Allah adalah nama-nama terbaik, jadi mintalah kepada mereka oleh mereka. Dan tinggalkanlah (rombongan) orang-orang yang melakukan penyimpangan tentang nama-nama-Nya. Mereka akan mendapat balasan atas apa yang telah mereka lakukan."

4. Menggunakan nama Nabi/Rasul serta Asmaul Husna

Salah satu nama yang paling baik digunakan adalah nama sifat Alla SWT atau asmaul husna dan nama-nama Nabi/Rasul. Namun, jangan memberikan nama bayi yang diambil dari Asmaul Husna jika sifat itu hanya milik Allah SWT.

Misalnya, Al-Khalik (Maha Pencipta), Ar-Raziq (Maha Permberi Rizeki), Ar-Rabb (Maha Pemelihara), Ar-Rahman (Maha Pengasih) atau yang serupa dengannya.

Berbeda halnya dengan nama Nabi/Rasul, anak yang terinspirasi namanya dari sosok-sosok itu diharapkan mengikuti jejak dan kepribadian baik mereka. Oleh karenanya, di Indonesia nama Rasoullah SAW yakni Muhammad serta nama Nabi yang lain seperti Ibrahim, Musa hingga Ismail umum digunakan sebagai nama bayi.

5. Tidak memberikan nama dengan arti yang buruk

Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim bahwa Rosulullah SAW pernah bersabda :

"Sesungguhnya nama yang paling dibenci oleh Allah adalah seseorang yang bernama Malakul Amlak (raja diraja)."

Maksud dari hadis itu yakni dalam memilih nama bayi harus dipastikan arti, makna dan tujuannya menurut Islam. Hindari menggunakan nama dengan arti buruk dan berdampak pada kehidupannya kelak.

Salah satu contoh namanya adalah Balqis (ketua jin), Harb (perang), Zaqwan/Zaquan (anak jin) dan sebagainya.

Berlomba memberikan nama bayi yang unik kini semakin populer. Meski begitu jangan sampai memberikan nama bayi yang tidak baik dan tidak sesuai dengan ajaran Islam

Baca juga: Rumah Khusus Mainan Rafathar Disiapkan Raffi Ahmad, Imbas Nagita Slavina Keluhkan Kondisi Lemarinya

Baca juga: Angkat Tubuh Syahrini, Reino Barack Jadi Sorotan Fans Gara-gara Penampakan Lengannya

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved