Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Martapura dan Banjarbaru Banjir Mandai di Musim Tiwadak

Pedagang cempedak di Kota Martapura dan Kota Banjarbaru datangkan cempedak dari daerah lokal dan Pontianak Kalbar, juga menjual kulit dan mandainya.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Mandai cempedak atau tiwadak dalam toples yang dijual pedagang buah di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (27/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Seiring ramainya pedagang buah menjual cempedak atau tiwadak, pasaran mandai pun ikut terangkat.

Tak heran jika di beberapa pedagang cempedak, khususnya di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), juga tersedia sejumlah toples berisi kulit cempedak. 

Mandai Tiwadak atau dami adalah kulit cempedak yang sudah dibersihkan dan difermentasi selama beberapa waktu sehingga bisa menjadi lauk makan maupun camilan. 

Penuturan Armin, pedagang buah di Jalan Trikora, Kota Banjarbaru, Senin (27/9/2021), saat ini memang sedang ramai cempedak dengan produk tambahan berupa kulit dan Mandai Tiwadak.

Baca juga: Stok Terbatas, Harga Ayam Potong Live Bird di Tala dan Banjar Menguat

Baca juga: Petani Desa Amawang Kabupaten HSS Dilanda Kerisauan, Harga Gabah Rendah dan Sulit Laku

Baca juga: REI Kalsel Dukung Percepatan Pembangunan Perumahan di Kabupaten Tala

Baca juga: Kepala Dinas Perindustrian Kalsel Mahyuni Sebut Pabrik Industri Baterai Akan Masuk

"Ya, bagi urang banjar, cempedak tidak hanya dikonsumsi buahnya, tapi juga kulit cempedak. Mandai Tiwadak Ini juga laris manis sebagaimana larisnya cempedak," ucapnya. 

Kulit cempedak sudah dikupas dijual seharga Rp 20 ribu per kilogram. Sedangkan yang sudah dipotong-potong menjadi Mandai Tiwadak Rp 10 ribu per toples.

Sedangkan Yulian, pedagang buah di Kota Martapura Kabupaten Banjar, Kalsel, mengatakan, maraknya penjualan cempedak karena buah ini tak hanya dari wilayah lokal tapi juga Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

"Cempedak ini, selain dari lokal, juga ada yang datang dari Pontianak, Kalbar," paparnya.

Cempedak atau tiwadak yang dijual pedagang buah di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (27/9/2021).
Cempedak atau tiwadak yang dijual pedagang buah di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (27/9/2021). (BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN)

Harga jual, Yulian menetapkan Rp 8-10 ribu per kilogram. Menurutnya, sejak sekitar setengah bulan ini sudah turun harga dari sebelumnya dijual Rp 25 ribu per kilogram.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved