Breaking News:

Berita HSU

VIDEO Jumlah Siswa SMKN 2 Amuntai Kalsel yang Ikut Pelajaran Praktik Dibatasi

Siswa SKMN 2 Amuntai, Kabupaten HSU, praktik membuat roti di sekolahnya namun yang hadir dibatasi dan terapkan prokes agar tidak terpapar Covid-19.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Belajar mengajar secara daring masih terus dilakukan di beberapa sekolah, termasuk untuk tingkat SMA di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan.

Untuk materi yang tanpa memerlukan praktik, memang bisa dilakukan secara daring dengan mudah.

Namun untuk SMK, hal ini akan sulit dilakukan karena siswa memang harus mempraktikkan secara langsung pelajaran yang sudah dipelajari.

Karena itu, pelajar SMKN 2 amuntai tetap melakukan pembelajaran praktik. Namun, dilakukan dengan cara pembatasan jumlah yang mengikutinya.

Baca juga: Video Persiapan Siswa SMKN 2 Amuntai Hadapi Lomba Kompetensi Sekolah Tingkat Nasional

Baca juga: Vaksinasi Langsung ke Rumah Warga, Kerjasama BIN dan Puskesmas Amuntai Selatan

Salah satunya dilakukan para siswa Jurusan Tata Boga. Pelajar SMKN di Amuntai, Kabupaten HSU, ini diminta datang sebanyak 5 orang saja dalam 1 hari dan mempraktikkan teori.

Seperti misalnya dalam pembuatan pastry dan baking, mereka perlu melihat secara langsung tentang cara pembuatan roti agar rasa dan tekstur yang dihasilkan benar-benar tepat.

Guru mata pelajaran, Tri Wulani Puji Lestari, Senin (27/9/2021), mengatakan, anak didiknya secara bergiliran melakukan atau menghadiri praktik, yaitu dalam satu hari hanya 5 orang.

Juga dilakukan sesuai protokol kesehatan (prokes), menjaga jarak dan mereka memasak tetap mengenakan masker.

Baca juga: Vaksinasi di HSU, 300 Pelajar SMKN 1 Amuntai Disuntik Vaksin

Baca juga: Pengendara Sering Jatuh di Jalan Palampitan Amuntai, Warga Berharap Segera Diperbaiki

"Pelajaran kejuruan memang sulit jika hanya dilakukan secara teori. Karena itu, pihak sekolah mengambil kebijakan untuk tetap melakukan praktik secara langsung. Namun, tetap mematuhi protokol kesehatan untuk memaksimalkan kemampuan siswa dalam menyerap pelajaran," ujarnya.

Selain pembatasan jumlah anak didik yang datang ke sekolah, juga adanya pembatasan jam, sehingga dilakukan hanya dari pagi hingga siang.

Diketahui, SMKN 2 Amuntai juga telah melakukan vaksinasi kepada siswa-siswinya untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved