Breaking News:

Berita Banjarmasin

Soal Tawuran Remaja di Siring Banjarmasin, Dirut Borneo Law Firm: Jangan Dianggap Sepele

Aksi tawuran remaja di kawasan Siring Menara Pandang Banjarmasin, Jalan Piere Tendean Minggu (26/9/2021) turut menjadi perhatian sejumlah pihak.

Penulis: Noor Masrida | Editor: Syaiful Akhyar
Tangkapan Layar Polsek Banjarmasin Tengah
14 remaja diamankan di Polsek Banjarmasin Tengah terkait dugaan aksi tawuran di kawasan Siring Menara Pandang Banjarmasin, Minggu (26/9/2021) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Aksi tawuran remaja di kawasan Siring Menara Pandang Banjarmasin, Jalan Piere Tendean Minggu (26/9/2021) turut menjadi perhatian sejumlah pihak.

Salah satunya adalah advokat kenamaan di Banjarmasin yang juga merupakan Direktur Utama Borneo Law Firm, M Pazri, Senin (27/9/2021) dalam rilis media yang diterima Banjarmasin Post merasa heran.

Pasalnya, tawuran di kawasan wisata tersebut terjadi berulang kali dalam beberapa bulan terakhir.

Puluhan remaja tanggung tersebut kabarnya sudah diamankan di Mapolsek Banjarmasin Tengah untuk dimintai keterangan.

Baca juga: Musnahkan Benda Ilegal Asal Tujuh Negara, BKP Kelas I Banjarmasin Bakar Ratusan Bibit Tanaman

Baca juga: Binda Kalsel Gelar Vaksinasi Covid-19 Tabalong, Sasar Ratusan Santri Tiga Ponpes

Baca juga: DKP3 Banjarmasin Gelar Vaksinasi Rabies Gratis, Maulyani Langsung Bawa 11 Kucing Kesayangan

Menanggapi aksi tawuran remaja berulang dan selalu viral ini, M Pazri mengatakan harus ada aksi yang diambil terkait hal ini.

"Cara yang bisa dilakukan, dimulai dengan mengidentifikasi adanya kelompok atau geng anarkis di lingkungannya, terutama yang melibatkan anak-anak di dalamnya untuk membuat pencegahan agar geng-geng ini bersifat tidak anarkis," jelas M.Pazri.

"Jangan dianggap sepele, menurut saya perlu antisipasi cepat sebagai bentuk pencegahan agar tidak terulang lagi," lanjutnya.

Jadi, pada intinya semua pihak dapat berperan dalam upaya intervensi untuk mencegah tindak kejahatan tawuran yang melibatkan anak di lingkungannya, caranya dapat diawali dengan mengidentifikasi potensinya.

Ia juga menduga bahwa di Banjarmasin ini tawuran remaja kostum putih dan hitam, bisa jadi adalah modus tawuran karena terinspirasi tontonan film atau video animasi seperti Tokyo Revengers.

Tontonan itu menceritakan dua geng Tokyo manji berkostum hitam dan geng valhalla berkostum putih, menjadi saling olok, pada akhirnya berakhir dengan aksi saling melukai antarkelompok yang berseteru.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved