Breaking News:

Berita Kalteng

Webinar Tribunkalteng, Tetap Masuk PSN, Food Estate Kalteng Ciptakan Lumbung Pangan Nasional

Tetap Masuk Proyek Startegis Nasional, Food Estate Kalteng Ciptakan Lumbung Pangan Nasional

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
tribunkalteng/aya sugianto
Webinar Tribunkalteng.com Bahas Nasib Food Estae di Tengah Pandemi Covid-19, Senin (27/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Portal media mainstream ke-57 milik Tribun Network yaitu Tribunkalteng.com secara resmi diluncurkan dalam peluncuran secara daring dipimpin oleh CEO Tribun Network, Dahlan Dahi, Senin (27/9/2021).

Tak cuma seremonial peluncuran, Tribunkalteng.com juga sekaligus menggelar Webinar perdananya yang mengangkat tema strategis terkini di Kalteng dan di Indonesia yaitu Nasib Food Estate di Tengah Pandemi Covid-19.

Dipandu oleh Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra bersama Novita Chandra Wijaya, sejumlah pembicara utama dihadirkan dalam Webinar ini.

Salah satunya yaitu Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto yang diwakili oleh Deputi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang, Kantor Menko Perekonomian RI, Wahyu Utomo.

Baca juga: PLN Kalselteng Siap Pasok Listrik Kawasan Food Estate Kalteng

Baca juga: Gubernur Kalteng dan Kapuslat BPPSDMP Kementan Tinjau Progres Food Estate

Baca juga: Pusat Gelontor Rp600 Miliar Tingkatkan Infrastruktur Jalan Kawasan Food Estate Kalteng

Dalam pemaparannya, Wahyu mengatakan, Program Food Estate tetap masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) di Tahun 2021.

Program yang memiliki tujuan untuk membentuk lumbung pangan nasional ini lokasinya di Provinsi Kalteng dan Sumut.

Skema pengembangan Food Estate di Kalteng memiliki dua tahapan utama yaitu tahap 1 dan tahap 2 dengan luasan lahan dicanangkan atau land of interest seluas total 770.601 hektare.

"Potensi food estate atau disebut area of interest seluas 770.601 hektare. Ini setelah melalui penafisan dibagi dalam 5 Blok di area Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas," kata Wahyu

Pada tahap 1, yaitu jangka pendek di tahun 2020-2021, pengembangan Food Estate diutamakan dengan mengutamakan pemberdayaan transmigrasi dan petani existing serta investasi small farming di luasan lahannya yaitu 148.268 hektare.

Wahyu tak menampik, bahwa di Tahun 2020 dan 2021 Program Food Estate turut terpengaruh kemampuan fiskal yang terdampak Pandemi Covid-19.

Karena itu, untuk tahap kedua yang dimulai Tahun 2022, Pemerintah mengupayakan dan mengutamakan kerjasama dengan bidang usaha atau penanam modal baik dari dalam maupun luar negeri dalam PSN ini.

Dimana di tahap kedua, area of interestnya seluas 622.333 hektare.

"Karena itu kita harus membuka diri terhadap kerjasama baik bidang usaha maupun investor baik dalam maupun luar negeri, dengan harapan akan terjadi transfer teknologi dan aplikasi mekanisme modern farming," kata Wahyu.

Baca juga: Gubernur Kalteng Terima Delegasi Rumania Bahas Teknologi Modifikasi Cuaca Kawasan Food Estate

Setiap perencanaan dalam Program Food Estate kata dia tentu memperhatikan prinsip pembangunan berwawasan pengembangan kawasan dengan skema pertanian yang baik dan memperhatikan kelestarian SDA.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, diminimalisir implikasi negatif terhadap kelestarian alam dalam pengembangannya. Food Estate di Kalteng difokuskan memanfaatkan lahan idle dan sub-idle tanpa membuka kawasan lahan hutan," terangnya. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved