Breaking News:

Berita Tala

Elpiji Melon di Tala Kembali Seret, Sukamta Ingatkan Pangkalan JanganLanggar Aturan

Kembali seretnya ketersediaan liquified petroleum gas (LPG) subsidi tiga kilogram (elpiji melon) di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Ka

Penulis: Idda Royani | Editor: Edi Nugroho
SATPOL PP DAN DAMKAR TALA
Personel Satpol PP dan Damkar Tala melakukan OTT di pangkalan elpiji melon yang kedapatan menjual barang subsidi tersebut melampaui HET, Selasa pekan lalu. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASIPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kembali seretnya ketersediaan liquified petroleum gas (LPG) subsidi tiga kilogram (elpiji melon) di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), membuat masyarakat gundah.

"Kemarin sudah enak, elpiji melon berlimpah di pangkalan dan harganya murah. Ini kok jadi susah lagi barangnya, ada apa sih sebenarnya," gerutu Aina, warga Pelaihari, Selasa (28/92021).

Ia berharap pemerintah daerah kembali melakukan langkah cepat agar ketersediaan elpiji untuk masyarakat miskin tersebut bisa kembali berlimpah seperti beberapa bulan lalu.

Persoalan tersebut juga menjadi perhatian khusus Bupati Tala HM Sukamta. Ia meminta para camat memperhatikan distribusi elpiji melon di tiap desa. Terutama di tiap pangkalan gas di wilayah masing-masing.

Baca juga: Pangkalan Elpiji Melon di Tanahlaut Didenda Belasan Juta, Jual Gas Lebihi HET

Baca juga: Satpol PP Tanahlaut Kembali OTT Pangkalan, Owner Ngaku Pindahkan Elpiji Melon karena Pernah Kecurian

Baca juga: Harga Elpiji 3 Kg Melambung di Eceran, Hiswana Migas Kalsel Imbau Warga Beli di Pangkalan

Diakuinya beberapa kali kasus kelangkaan elpiji melon dijual melampaui HET . Pangkalan elpiji dinilai menjadi pihak yang harus diperhatikan agar tidak memanfaatkan kesempatan untuk melakukan permainan harga hingga penimbunan gas.

"Jangan melakukan kesepakatan harga di luar harga Peraturan Bupati. Apalagi sampai ada berita acara, jangan bersepakat untuk menyalahi aturan," ujarnya.

Satpol PP dan Damkar Tala pun kembali intens bergerak ke lapangan melakukan pengawasan. Bahkan beberapa pangkalan telah diproses hukum dan dijatuhi vonis denda belasan hingga puluhan juta oleh Pengadilan Negeri Pelaihari lantaran terbukti menjual elpiji melon melampaui HET. (banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved