Breaking News:

Berita Balangan

Jembatan Paringin Kabupaten Balangan Ditutup, DPRD Malah Khawatirkan Jembatan Gantung

Pengendara pilih jalur tikus lewat jembatan gantung, selama Jembatan Paringin Kabupaten Balangan diperbaiki. Dewan khawatir jembatan gantung tak kuat.

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/ISTI ROHAYANTI
Saat Jembatan Paringin ditutup, pengguna jalan pilih jalur tikus lewat jembatan gantung ini yang merupakan akses jalan tembus Paringin-Tungkap-Batupiring, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (28/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Jembatan Paringin di Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), akhirnya diperbaiki sehingga ditutup hingga Desember 2021. 

Karena itu, pengendara harus melalui jalur alternatif yang telah ditetapkan, yaitu Desa Bungin dan Gunung Pandau. Ada aturan, yakni untuk kendaraan ringan dan angkutan berat.

Belakangan, banyak pengendara roda dua yang memilih jalan tikus atau alternatif yang tidak disarankan pemerintah daerah.

Jalan tersebut berada di Gunung Pandau mengarah ke Desa Tungkap dan Kelurahan Batupiring yang dianggap lebih dekat apabila dari Paringin menuju Jalan Trans Kalimantan.

Jalan yang dilewati adalah Jalan Usaha Tani. Selain itu, harus melewati jembatan gantung yang lumayan panjang, menyeberangi sungai balangan.

Baca juga: Belasan Tahun Dipasung , Pria Balangan Ini Kembali Dikirim ke RSJ Sambang Lihum 

Baca juga: Pemuda Desa Balida Paringin Terjun Berperan Aktif Kampanyekan Anti Narkoba

Pengguna jalan, Aldi, beberapa kali melintasi jalan tersebut. Jalur yang dipilihnya lebih dekat untuk menuju Paringin atau dari Paringin ke Batu Piring, dibanding harus melewati jalur alternatif yang saat ini mengalami kerusakan parah.

"Sebenarnya jalan di sini memang sepi dan dagdigdug juga saat pertama kali melewati jembatan gantung. Tapi ini satu-satunya akses terdekat untuk menyeberang," ucap Aldi.

Jalan tikus ini menjadi perhatian Komisi III DPRD Kabupaten Balangan. Pasalnya, apabila dilintasi setiap hari dan semakin banyak pengendara roda dua memanfaatkan jalan tersebut, dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan pada jembatan. Sehingga pengendara diharapkan lebih berhati-hati saat melintas.

"Kondisi jembatan gantung itu tidak bisa dipastikan kekokohannya. Namun tentu saja apabila dilintasi kendaraan jumlah banyak setiap hari akan melonggarkan paku-paku jembatan dan konstruksi sejenisnya," ucap Ketua Komisi III, Erly Satriyana saat meninjau lokasi, Selasa (28/9/2021).

Sebelum dijadikan lintasan saat Jembatan Paringin ditutup, hanya sedikit warga yang melewati jalan itu. Terlebih kondisi JUT yang licin apabila dalam keadaan basah, semisal pasca hujan.

Baca juga: Tutup Jalan Hauling milik Balangan Coal, Warga Desa Hukai Ini Sebut Tak Pernah Ada Ganti Rugi

Baca juga: VIDEO Pemeliharaan Jalur alternatif Selama Penutupan Jembatan Paringin di Balangan

Kepada pemerintah desa setempat dan aparat kantor kelurahan, Erly meminta adanya pemasangan papan imbauan.

Apalagi di jembatan gantung tidak bisa dilintasi sepeda motor secara berlawanan. Selain itu juga, perlu pemberitahuan batasan jumlah sepeda motor yang dapat melintas sekaligus, mengingat semakin banyak beban diatasnya, goyangan dan getaran pada jembatan akan semakin terasa.

(Banjarmasinpost.co.id/Isti Rohayanti)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved