Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Berdagang di Masa Pandemi, Begini Cerita Pedagang Kecil di Banjarmasin Agar Bisa Bertahan

Pandemi covid-19 membuat banyak pedagang kecil ambruk. Namun, banyak pula yang bertahan. Begini strategi mereka bisa tetap bertahan

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Seorang pedagang kecil di Banjarmasin yang tetap bertahan di tengah pandemi, Rabu (29/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pandemi Covid-19 membuat banyak pedagang kecil ambruk, namun banyak pula yang mampu bertahan dengan mengubah strategi dalam berdagang sehingga rupiah tetap didapat.

Keinginan pasar harus diikuti. Itulah strateginya. Semula barang A yang dijual, namun karena pasaran sepi maka barang dijual berganti menjadi barang B yang memang laku di pasaran.

Sebagaimama Surya, warga Jl Beruntung Jaya, Banjarmasin, yang berdagang konveksi di sejumlah pasar malam di wilayah Banjarmasin, mengganti barang dagangan agar tetap eksis.

"Sebelumnya jualan jilbab, karena pasarannya sangat dingin, maka sejak wabah Covid-19, saya harus mengubah barang dagangan dengan berjualan pakaian dalam," ujarnya.

Baca juga: Bantu Pelaku UMKM Terdampak Corona, Kalsel Ventura Gelar Pelatihan Digital Marketing 4.0

Baca juga: Terdampak Pandemi Covid-19, Laba PDAM Bandarmasih di 2020 Turun Rp 6 Miliar

Baca juga: Bantu UMKM Terdampak Pandemi, Agus Sasirangan Promo Gratis Usaha Kuliner di Banjarbaru

Walaupun jualan pakaian dalam sangat tipis keuntungannya, tetapi menurut Surya minimal usaha mampu bertahan karena setiap menggelar jualan selalu ada saja pembeli.

"Kalau baju dan jilbab sudah sangat sulit sekali dipertahankan, sebulan paling cuma satu lembar baju begitu juga jilbab," tukasnya.

Saat pasar jilbab menurun, ia harus menjual armada angkutan dan tak mampu membayar kredit bulanan rumah, dan terpaksa pindah ke rumah orangtua.

"Saya coba jualan pakaian dalam, baru bisa mulai kembali bernapas," tandasnya.

Baca juga: Terdampak Pandemi, Pedagang Cinderamata Khas kalsel di CBS Martapura Keluhkan Omzet Turun 70 Persen

Hal yang sama juga dirasakan Farida, pedagang parfum dan kosmetik, yang mengaku sejak kondisi dihantam Covid-19, jualannya terpuruk dan tokonya di pasar juga terpaksa ditinggalkan.

"Sekarang saya jualan di pasar-pasar malam, karena kalau hanya menunggu di toko bakal sedikit pembeli bahkan sehari bisa tidak ada pembeli," alasannya. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved