Breaking News:

Yayasan Adaro Bangun Negeri

Semangat Kolaborasi Wujudkan Kampus Merdeka

Sebanyak 37 mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat mengimplementasikan ilmunya di ponpes binaan Adaro dalam Program Adaro Santri Sejahtera (PASS).

YAYASAN ADARO BANGUN NEGERI
Kegiatan kolaborasi antara Adaro dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dalam Program Adaro Santri Sejahtera (PASS), dengan dukungan dari program Matching Fund melalui Kedaireka oleh Kemendikbud. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - “Sebagai mahasiswa IBFL, kita ingin selalu berkontribusi bagi Adaro,” ungkap Lukman. 

Dari keseluruhan mahasiswa yang ikut ambil bagian dalam kegiatan magang di Pondok Pesantren (Ponpes), sebagian besar didominasi mahasiswa penerima beasiswa Adaro (Indonesia Bright Future Leaders) termasuk Lukman. 

Lukman salah satu dari 37 mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang turut mengimplementasikan ilmunya selama tiga bulan di Ponpes binaan Adaro

Sejak Sabtu (18/9/2021), para mahasiswa mulai menjejakkan kaki di lima Ponpes binaan Adaro yang tersebar di beberapa daerah, yakni Ponpes Nurul Muhibbin Barabai, Ponpes Nurul Muhibbin Halong, Ponpes Raudhatut Thalibin HSU dan Ponpes Miftahul Ulum serta Ponpes Pertanian Al-Islam Tabalong. 

Kedatangan mahasiswa ini merupakan langkah awal kegiatan kolaborasi antara Adaro dengan ULM dalam Program Adaro Santri Sejahtera (PASS), dengan dukungan dari program Matching Fund melalui Kedaireka oleh Kemendikbud. 

Mahasiswa membantu proses teknis berjalannya usaha pesantren, mulai dari aktivitas usaha di lapangan hingga administrasi dan pemasaran produk.
Mahasiswa membantu proses teknis berjalannya usaha pesantren, mulai dari aktivitas usaha di lapangan hingga administrasi dan pemasaran produk. (YAYASAN ADARO BANGUN NEGERI)

Mahasiswa yang berpartisipasi dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi ini membantu proses teknis berjalannya usaha pesantren. Mulai dari aktivitas usaha di lapangan hingga administrasi dan pemasaran produk. 

Kegiatan sederhana namun bermanfaat itu pun sangat digemari mahasiswa. Di sana, mereka membantu dan berkreasi bersama santri untuk saling menimba ilmu dalam dunia wirausaha dengan konsep learning by doing. 

Ahmad Sayuti dan Della salah satunya, mahasiswa yang juga penerima beasiswa IBFL ini dengan asyiknya mengerjakan tugasnya di unit usaha pesantren. Selain menyelesaikan tugasnya, ia juga dapat belajar dari tenaga ahli lokal terkait bidang peternakan dan perikanan.  

“Disamping ikut mengurus peternakan dan kewirausahaannya, kami juga sambil belajar dengan teman-teman pondok dan tenaga ahli lokal,” tutur Sayuti    

Bagi Sayuti, Della dan Lukman kegiatan ini menjadi ajang bagi mereka dalam menerapkan ilmu yang selama ini mereka peroleh di bangku perkuliahan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved