Breaking News:

Berita Banjarmasin

Tindaklanjuti Isu Penumpukan Vaksin di Banjarmasin, Wagub Kalsel Temui Wali Kota

vaksinasi di berbagai kabupaten dan kota di Kalsel rupanya diwarnai dengan isu terjadinya penumpukan stok vaksin.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/frans rumbon
Wakil Gubernur Kalsel, H Muhidin usai bertemu dengan Wali Kota Banjarmasin terkait isu penumpukan vaksin di Banjarmasin, Rabu (29/9/2021). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pelaksanaan vaksinasi di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) rupanya diwarnai dengan isu terjadinya penumpukan stok vaksin.

Bahkan Banjarmasin yang menjadi ibukota Kalsel, disebut-disebut terjadi penumpukan vaksin Covid-19. 

Hal ini pun diutarakan oleh Wakil Gubernur Kalsel, H Muhidin yang hari ini Rabu (29/9/2021) siang menemui Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina di Aula Kayuh Baimbai Pemko Banjarmasin.

Bahkan mantan Wali Kota Banjarmasin ini pun menerangkan kedatangannya saat itu ingin mencari tahu terkait isu penumpukan vaksin Covid-19 di Banjarmasin.

Baca juga: Bupati HSS Achmad Fikry Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Sekolah

Baca juga: Binda Kalsel Gelar Vaksinasi Covid-19 Tabalong, Sasar Ratusan Santri Tiga Ponpes

Baca juga: Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi di Banjarmasin, Menko PMK Sarankan Kegiatan di Luar Ruangan

"Kemarin kita ada pertemuan dengan seluruh kepala SKPD, dan juga Wali Kota Banjarmasin dan juga Wali Kota Banjarbaru karena statusnya masih PPKM Level 4. Kemarin juga ada isu penemuan vaksin menumpuk di Banjarmasin dan hari ini kami pun menindaklanjuti," ujar Muhidin yang saat itu hadir didampingi oleh Kepala Dinkes Kalsel, HM Muslim.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir juga Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi dengan didampingi oleh seluruh kepala puskesmas.

Dari pertemuan tersebut, Muhidin pun menerangkan bahwa di Banjarmasin sejatinya distribusi vaksin berjalan lancar.

"Setelah kami lihat di Banjarmasin ini terbagi-bagi saja, bahkan dalam 10 hari stoknya kemungkinan sudah habis," katanya.

Dijelaskan juga oleh Muhidin bahwa Banjarmasin pun termasuk kota di Kalsel yang didorong untuk terus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi.

"Kita ingin ada percepatan vaksinasi, apalagi Banjarmasin ini tulang punggung Kalsel. Dan jangan khawatir kalau misalkan habis, maka akan terus kita tambah," katanya.

Ditambahkan oleh Muhidin, dirinya pun mendapatkan tugas khusus dari Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor untuk memantau pelaksanaan vaksinasi di berbagai kabupaten dan kota di Kalsel.

"Dari Gubernur arahkan saya untuk mengontrol pelaksanaan vaksinasi, jangan sampai terjadi penumpukan. Harus secepatnya didistribusikan agar mempercepat capaian vaksinasi juga. Makanya saya mulai turun melakukan pemantauan," katanya.

Baca juga: Capaian Baru 30 Persen, Pemerintah Akan Gencarkan Vaksinasi Covid-19 Bagi Kelompok Lansia

Sementara itu Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi menerangkan bahwa tidak ada penumpukan vaksin di Banjarmasin.

Machli membeberkan memang untuk saat ini Banjarmasin memiliki stok vaksin lebih dari 39 ribu dosis.

"Tapi itu gabungan dari berbagai instansi seperti TNI,Polri dan juga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan kita sendiri selalu didistribusikan ke berbagai puskesmas dan juga fasilitas layanan kesehatan lainnya," pungkasnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved