Breaking News:

Berita Kotabaru

Korban Eks Kebakaran Kotabaru Tengah Segera Menerima Sertifikat Baru

BPN Kotabaru akan mengeluarkan sekitar 132 sertifikat tanah untuk eks korban kebakaran

Penulis: Herliansyah | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Eks lokasi kebakaran Kelurahan Kotabaru Tengah, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Badan Pertanahan Nasional (BPN) rencana menyerahkan sertifikat gratis kepada eks korban kebakaran di lima RT di Kelurahan Kotabaru Tengah, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Selain sertifikat warga eks korban kebakaran terjadi 30 Oktober 2020, juga akan menerima pemasangan listrik dan air bersih di tempat tinggal mereka yang baru.

BPN akan mengeluarkan sekitar 132 sertifikat hasil konsolidasi instansi dan pihak-pihak terkait.

Kepala Kantor Pertanahan Kotabaru, Jani Levinus Loupatty dalam sidang panitia pertimbangan landreform dan musyawarah kesepakatan desain konsolidasi tanah di kantor Setda Kotabaru, mengatakan, kegiatan ini salah satu syarat penerbitan sertifikat tanah kepada 132 korban eks kebakaran yang akan dibagikan dalam waktu dekat.

Baca juga: Dinas Pertanian Kabupaten Kotabaru Mulai Lakukan Kajian Tentang Gula Aren Tirawan

Baca juga: Ratusan Santri Ponpes Dalam Pagar Kabupaten HSS Pilih Kotabaru Jadi Tempat Berlibur

"Dan, rencananya bulan Oktober nanti akan kami bagikan karena sudah lengkap," katanya, Kamis (30/9/2021).

Selain itu, untuk pembebasan kawasan hutan seluas 112.7552.4 hektare di Desa Gendang Timburu dan 117,4 hektare di Desa Buluh Kuning, Kecamatan Sungai Durian sudah dilakukan pengukuran tinggal proses penerbitan sertifikat.

Sementara itu Sekretaris Daerah H Said Akhmad mengatakan, rencana pembangunan seharusnya sudah dilaksanakan.

Tapi karena kondisi pandemi covid-19, maka rencana itu ditunda Kementerian PU.

"Bukan pemerintah daerah tidak memperhatikan warga eks korban kebakaran," jelasnya kepada wartawan.

Sambung Said Akhmad, seharusnya anggaran sudah turun, tap ditunda karena ada peralihan untuk penanganan pandemi covid-19 oleh pusat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved