Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Harga Telur Ayam Ras dan Semangka Penyumbang Deflasi Kalsel, Tertinggi di Tanjung dan Banjarmasin

Penurunan harga telur ayam ras, ikan saluang, cabai merah, semangka menjadi indikasi terjadinya Deflasi di Kalsel

Penulis: Nurholis Huda | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Harga Telur ayam turun menjadi Rp 22.000/kg. 

BANJARMASINBPOST.CO.ID, BANJARBARU - Penurunan harga telur ayam ras, ikan saluang, cabai merah, semangka menjadi indikasi terjadinya Deflasi di Kalsel. 

Berdasar data yang dirilis oleh BPS Kalsel, Jumat (1/10/2021), pada Pada September 2021 di Kalimantan Selatan terjadi deflasi sebesar 0,05 persen. 

Bisa diartikan terjadi  penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,72 pada Agustus 2021 menjadi 107,67 pada September 2021.

Kepala BPS Kalsel, Yos Rusdiansyah, menjelaskan Deflasi di Kalimantan Selatan pada September terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transportasi  sebesar 0,42 persen; kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,24 persen; dan 
kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,18 persen.

Baca juga: Deflasi Kalsel Juni 2021 Sebesar 0,35 Persen, Cabai Rawit Jadi Salah Satu Faktor

Baca juga: Ikan Gabus dan Cabai Rawit Picu Deflasi Kalsel di April 2021. 

Dirincikan Yos Rusdiansyah, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada September 2021, antara lain, cabai rawit, daun bawang, bwang merah, ikan trakulu, ikan kerisi, telur ayam ras, ikan saluang, 
lcabai merah, semangka dan ikan papuyu. 

Sementara komoditas yang mengalami kenaikan harga, antara lain, tutup kepala/topi, ketimun, ikan selangat dan ikan tembang dan ikan kakap merah.

Jika dihitung berdasarkan tahun kalender, pada September 2021 Kalimantan Selatan mengalami inflasi sebesar 0,84 persen sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2021 terhadap September 2020) sebesar 2,56 persen.

Lantas bagaimana kondisi Deflasi Inflasi antar daerah pulau Kalimantan? Dijelaskan Yos Rusdiansyah, dari 90 Kota Inflasi di Indonesia, tercatat 34 kota mengalami inflasi dan 56 kota mengalami 
deflasi.

Baca juga: Kepala BPS Kalsel Kaget karena Terjadi Deflasi pada Januari 2021

"Inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang sebesar 0,60 persen dan Inflasi terendah terjadi di Surakarta sebesar 0,01 persen. Sementara itu, deflasi terdalam terjadi di Gorontalo sebesar 0,90 persen dan deflasi terendah terjadi di Palu sebesar 0,01 persen. 

Adapun, Di wilayah  Pulau Kalimantan, delapan kota mengalami inflasi sementara 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Singkawang sebesar 0,42 persen dan terendah terjadi di Palangkaraya 
sebesar 0,04. Sedangkan deflasi terdalam terjadi di Kotabaru sebesar 0,18 persen dan deflasi 
terendah terjadi di Tanjung dan Banjarmasin sebesar 0,04 persen. (Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved