Breaking News:

Tajuk

Kejujuran Pelajar

Secara khusus untuk jenjang SDN dan SMPN di Kota Banjarmasin bisa menjalani PTM terbatas setelah status PPKM turun ke level 3

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID - DINAS Pendidikan Kota Banjarmasin Kalsel sudah memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas sejak Senin (20/9/2021) lalu.

Secara khusus untuk jenjang SDN dan SMPN di Kota Banjarmasin bisa menjalani PTM terbatas setelah status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun ke level 3.

Tentu saja PTM terbatas diberlakukan secara ketat. Di dalam PTM, bagi siswa yang bergejala sakit tertentu dilarang mengikuti PTM. Aturan lain PTM hanya berlangsung selama tiga jam dan setiap kelas hanya diisi 50 persen dari kapasitasnya.

Sejumlah sekolah baik SD dan SMP memberlakukan sistem shift atau gantian masuk kelas.

Banyak persoalan muncul ketika pembelajaran dilakukan secara daring. Salah satunya, pembelajaran tak maksimal. Peran guru dinilai sejumlah orangtua masih kurang.

Bahkan, sejumlah orangtua mengeluh karena guru hampir tidak memberikan pelajaran satu minggu. Orangtua pun menjadi pedamping anaknya untuk belajar dengan sistem daring.

Salah satu media untuk pembelajaran ini, yakni memakai aplikasi Google Classroom. Google Classroom sendiri merupakan platform yang akan sangat mempermudah proses pengajaran online.

Secara teori, Google Classroom memungkinkan para guru untuk mengatur dan menilai progres murid-muridnya sambil tetap terhubung dari mana pun juga.

Para murid bisa menerima dan mengumpulkan tugas langsung di Google Classroom, begitu juga para guru.
Sayangnya, saat melakukan PTM sejumlah sekolah masih saja menggunakan Google Classroom.

Ini menjadi keluhan sejumlah orangtua. Ortu berpendapat sebaiknya saat belajar di sekolah menggunakan metode konvensional saja, bukan Google Classroom.

Keluhan lain penggunaan smartphone di ruang kelas saat ujian, sejumlah siswa dengan mudah menscreen shot soal saat ujian dari sekolah untuk dikirim ke orangtua. Nah, orangtua secara diam-diam mengerjakan soal-soal ujian untuk siswa sehingga nilainya pun menjadi tinggi.

Sikap tidak objektif, tidak jujur dan tidak mendidik saat ujian di sekolah ini perlu dipikirkan sekolah untuk dicarikan solusinya. Masalah kejujuran dan mentalitas pelajar sejati perlu dididik sejak dini agar kelak menjadi generasi jujur dan bisa membangun peradaban bangsa. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved