Breaking News:

Berita Batola

Korupsi Kalsel : Wakil Bupati Batola Periode 2012-2017 Ditahan, Diduga Korupsi Penguasaan Aset

Mantan Wakil Bupati Baritokuala (Batola), H Makmun Kaderi resmi ditahan Kejari Batola

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/am ramadhani
Wakil bupati Batola Periode 2012-2017 Ma'mun Kaderi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mantan Wakil Bupati Baritokuala (Batola), H Makmun Kaderi resmi ditahan oleh jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Baritokuala, Jumat (1/10/2021).

Penahanan tersebut dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri Batola melalui Kasi Intel, M Hamidun. 

"Betul, penahanan dimaksudkan Jaksa Penuntut Umum supaya lebih mudah dan cepat dalam proses pelimpahan ke Pengadilan," kata M Hamidun kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (1/10/2021).

Penahanan kata dia dilakukan selama 20 hari ke depan di Rutan Kelas II B Marabahan. 

Baca juga: Korupsi Kalsel : Digeledah Kejari Tanbu, Pintu Masuk Kantor Perusda BJU Dijaga Brimob

Baca juga: Korupsi Kalsel, Sidang Menanti Mantan Kades Kambiyain Kabupaten Balangan

Baca juga: Korupsi Kalsel : Terpapar Covid-19, Mantan Direktur RS Boejasin Batal Dengarkan Vonis

Ia memaparkan, Wakil Bupati Baritokuala periode 2012-2017 itu ditahan setelah sebelumnya sudah menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi. 

H Makmun diduga merugikan negara karena menguasai aset milik Pemerintah Kabupaten Baritokuala yaitu berupa ruko di Jalan Trans Kalimantan, Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Baritokuala. 

Tersangka disebut melakukan tebus sewa ruko milik Pemkab di Tahun 2009 namun justru menyewakan kembali aset tersebut ke pihak lain dan mengambil keuntungan dari praktik curang itu. 

"Itu ternyata disewakan oleh tersangka dan uangnya diduga digunakan untuk pribadi," kata Hamidun. 

Perhitungan sementara, tersangka diduga merugikan negara sebesar Rp 175.000.500 dan disangkakan Pasal 2 atau 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. 

Hamidun mengatakan, setelah ditetapkan sebagai tersangka kurang lebih satu bulan sebelumnya dan masih berstatus tahanan kota, H Makmun pernah menyerahkan dana senilai Rp 175.000.500 melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Baritokuala. 

Dana tersebut kata Hamidun sudah disita oleh Kejari Batola terkait penyidikan kasus yang menyeret H Makmun tersebut. 

Baca juga: VIDEO Korupsi Kalsel, Mantan Dirut PD Baramarta Divonis 6 Tahun Penjara

Soal penahanan terhadap tersangka, Hamidun menyebut yang bersangkutan kooperatif dan dengan kesadaran sendiri datang ke Kejari Baritokuala saat dipanggil melalui surat pemberitahuan tentang tahapan penyerahan kasus dari jaksa penyidik kepada jaksa penuntut umum. 

"Jadi memang tidak ada dijemput paksa dan lain sebagainya. Saat disurati pemanggilan itu tersangka datang ke kantor," terang Hamidun. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved